Wisata

Wisatawan Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin


PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo akan mewajibkan para wisatawan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19. Aturan ini pun akan segera berlaku di semua objek wisata di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengungkapkan sertifikat vaksinasi kini wajib ditunjukkan bagi wisatawan yang mau berlibur ke tempat wisata di berbagai daerah. Karena itu, jika ada wisatawan menolak atau tak bisa menunjukkan sertifikat, pihaknya memerintahkan kepada petugas di lapangan untuk menghalau dan memutar balik wisatawan tersebut.

“Minimal menunjukkan sertifikat vaksin dosis pertama ke petugasnya di lapangan. Baru bisa lolos. Kalau diketahui belum vaksin, saya instruksikan agar wisatawan bersangkutan langsung disuruh pulang atau putar balik apapun alasannya,” ungkapnya, Kamis (30/9).

Ia menyatakan aturan vaksinasi diberlakukan untuk menekan adanya lonjakan baru penyebaran COVID-19 di kabupaten Probolinggo bahkan nasional. “Karena kita juga memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi, jadi tinggal didownload dan ditunjukkan sertifikatnya. Di lapangan nanti juga ada petugas yang  ikut melakukan tracing ke para wisatawan secara acak,” katanya.

Selain tempat wisata, Sugeng menyebut aturan wajib vaksin ini turut berlaku di fasilitas umum yang lain seperti seperti hotel, restoran, dan cafe. Tempat-tempat tersebut kerap dikunjungi para wisatawan yang transit sebelum datang ke objek wisata.

“Sepanjang mereka masuk sasaran vaksin, kita dorong supaya vaksin dulu. Kalau memang belum di vaksin, lebih baik pulang terlebih dahulu dan mengikuti vaksinasi ditempat asalnya. Ini penting karena demi kebaikan bersama,” sebutnya.

Ditambahkan bahwa selain aturan wajib menunjukkan kartu vaksinasi, pihaknya juga membuat aturan pembatasan jumlah wisatawan. Dimana kuota maksimal yang diberikan saat ini bagi seluruh kawasan objek wisata yang dikelola Pemkab Probolinggo yakni maksimal 25 persen dari kuota.

“Tahun ini kami tidak mengejar kuantitas, tapi lebih pada penyediaan wisata yang berkualitas dan terbebas dari penyebaran COVID-19. Karena ketika pandemi COVID-19 ini berakhir. Kami yakin wisata akan bangkit, ” pungkasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel