Wisata

Dua Pekan Dibuka, Pikat 2.555 Wisatawan


PROBOLINGGO – Dunia pariwisata di Kabupaten Probolinggo kembali bergairah sejak resmi dibuka 2 pekan yang lalu. Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) setempat mencatat, tak kurang dari 2.555 wisatawan berkunjung ke 6 objek wisata unggulan Kabupaten Probolinggo selama periode tersebut.

Kasi Destinasi Wisata pada Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Musa mengatakan, terjadi lonjakan wisatawan secara drastis. Ini merupakan imbas dari dibukanya seluruh kawasan objek wisata unggulan di Kabupaten Probolinggo oleh Plt Bupati Probolinggo HA Timbul Prihanjoko pada Kamis (9/9) lalu.

“Lonjakannya memang tidak langsung drastis, tapi bertahap. Namun hal itu cukup menggembirakan. Karena ditengah penanganan Covid-19 secara ketat diberbagai sektor. Ternyata animo masyarakat untuk berwisata masih cukup besar dan signifikan,” Katanya, Kamis (23/9).

Disebutkan bahwa kunjungan wisatawan yang seluruhnya merupakan wisatawan domestik itu paling banyak terjadi di objek wisata Pantai Duta. Di objek wisata pantai itu sedikitnya ada 700 pengunjung. Disusul oleh objek wisata Gunung Bromo+Seruni Poin  dengan total 558 pengunjung. Posisi selanjutnya ada objek wisata Pantai Bentar dengan 493 pengunjung selama 2 pekan terakhir.

“Di urutan keempat hingga keenam, berurutan ada objek wisata air terjun Madakaripura dengan 480 pengunjung, Pantai Bahak dengan 303 pengunjung, dan Ranu Eegaran dengan 21 pengunjung, ” sebutnya.

Dijelaskan Musa bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung selama 2 pekan ini  merupakan jumlah wisatawan yang masih berada di bawah jumlah rata-rata wisatawan pada hari biasa atau hari sebelum masa pandemi Covid-19. Namun demikian, jumlah wisatawan yang tercatat selama 2 pekan terakhir ini cukup menggambarkan bahwa masyarakat sangat menantikan saat untuk berkunjung ke objek wisata.

“Berwisata masih menjadi salah satu cara paling efektif untuk berkumpul bersama keluarga. Selain itu berwisata masih merupakan obat penghilang stres dan kejenuhan yang paling manjur, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini,” jelas Musa.

Karena itu, Musa menambahkan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19. Caranya dengan menerapkan pembatasan jumlah wisatawan dan penerapan protokol secara ketat diarea wisata.

“Wisatawan harus menunjukkan sertifikat vaksinasinya sebagai syarat masuk kawasan wisata selain tiket masuk dan pengenaan masker. Kalau tidak mampu menunjukkan itu, maka tidak akan kami perkenankan masuk. Sehingga tak heran kalau jumlah wisatawan tahun ini masih sedikit dan PAD nya juga masih jauh dari target,” pungkasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel