Lain-lain

Jatah Pupuk ZA Dikepras


KRAKSAAN – Di masa tanam tembakau ini, Pemkab Probolingo kembali melakukan relokasi pupuk bersubsidi, salah satunya pupuk ZA bersubsidi yang menjadi kebutuhan petani tembakau. Ada sekitar 8 wilayah yang jatah pupuk ZA bersubsidi direlokasi, dan satu lagi wilayah mendapat penambahan.

Jumlah 8 wilayah yang mendapat pengurangan tersebut yaitu, Kecamatan Sukapura sebanyak 500 ton, Sumber sebanyak 600 ton, Bantaran sebanyak 50 ton, Leces sebanyak 65 ton, Tegalsiwalan sebanyak 200 ton, Krucil sebanyak 100 ton, Gading sebanyak 100 ton, dan Maron sebanyak 50 ton.

Sementara wilayah yang mendapat penambahan pupuk ZA pada realokasi kedua kali ini, hanya Sumberasih sebanyak 100 ton. Sebab, serapan pupuk ZA di satu wilayah tersebut cukup besar. Sementara wilayah lainnya masih stabil.

Kabid Sarana Prasarana pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Bambang menyampaikan, adanya pengurangan atau realokasi tersebut, berdasarkan SK Provinsi Jatim yang dilayangkan pada setiap daerah. Sehingga, pihaknya memutuskan realokasi itu pada wilayah yang serapan pupuknya minim.

“Itu bukan kehendak kami melakukan realokasi, melainkan keputusan dari SK Provinsi untuk melakukan realokasi antar daerah dalam provinsi,” ungkap Bambang.

Sehingga pihaknya memutuskan untuk memilih delapan wilayah tersebut untuk dilakukan pengurangan sesuai keputusan dinas provinsi. Sebab, delapan wilayah tersebut minim penyerapan pupuk ZA.

“Kami memilih wilayah yang penyerapannya minim untuk direalokasi pada daerah lain. Dialihkan ke daerah mana itu sudah kebijakan provinsi. Tentunya ke wilayah yang lebih membutuhkan,” kata Bambang.

Ia menambahkan, tidak hanya pupuk ZA yang mendapat pengurangan. Beberapa jenis pupuk bersubsidi lainnya juga mendapat jatah pengurangan. Namun, untuk jatah pupuk Urea tidak ada pengurangan.

“Hampir semua jenis pupuk bersubsidi mendapat pengurangan jumlah. Hanya pupuk urea saja yang tidak ada pengurangan dan penambahan,” jelas Bambang. (yek/ra)


Bagikan Artikel