Lain-lain

Tembakau Rusak, Pemkab Beri Solusi


KRAKSAAN – Cuaca buruk yang terjadi di Kabupaten Probolinggo sangat berdampak pada lahan pertanian, terutama tanaman tembakau. Banyak tanaman tembakau petani rusak dan mati. Pemkab Probolinggo pun  mengulurkan tangan untuk memberi solusi dan pendampingan demi mengentaskan problem pertanian tersebut.

“Adanya tembakau rusak dan bahkan mati, yang terjadi selama masa tanam tahun ini, sudah kami prediksi jauh-jauh hari. Semua itu faktor cuaca yang tak bersahabat. Tentu, dampak kerusakan tanaman dari cuaca itu sangat merugikan petani,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi, kemarin (28/7).

Kata dia, pemerintah sudah memberikan solusi akan adanya persoalan tanaman tersebut. Para petani diminta untuk segera melakukan penanaman ulang bibit tembakau bila ditemukan ada yang mati. Itu agar pertumbuhan tembakau masih bisa beriringan.

Sementara, untuk persoalan penyakit hama, pihaknya telah mewanti-wanti pada para petani menggunakan obat pembasmi hama. Karena biaya pengobatan hama dan alatnya itu tidak murah, pihaknya telah menggelontorkan dana untuk membantu para petani.

Dari obat pembasmi hama, hingga alat penyemprot obat telah disalurkan pada sejumlah kelompok petani tembakau. Ada ratusan alat yang diberikan secara cuma-cuma pada para kelompok, berikut dengan obat pupuk NPK.

Bahkan, lanjut mantan Kepala Disperindag setempat itu, pihaknya juga sudah menyiapkan petugas di lapangan untuk membantu keluhan petani. Para petani bisa melakukan konsultasi terkait persoalan pertanin tembakau pada petugas di lapangan. Sehingga para petugas dapat memberikan solusi yang baik.

Bila ada persoalan baru yang belum pernah terjadi, para petugas di lapangan akan membawanya pada pemerintah untuk diangkat dalam forum bersama. Sehingga persoalan petani itu akan ditemukan jalan keluarnya.

“Kami sudah berikan solusi, tempat konsultasi, dan bantuan alat serta obatnya untuk kebutuhan petani. Semua itu sudah kami lakukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kasus rusaknya tembakau tersebut bukan hal baru di wilayah ini. Keadan serupa menurutnya juga terjadi di beberapa wilayah tetangga. Seluruhnya bermuara dari cuaca yang tidak baik. “Cuaca dingin dan hujan itu memang tidak baik untuk tembakau. Solusinya harus rutin dilakukan pemeliharaan dengan penyemprotan obat pupuk NPK itu dan sesegra mungkin tanam bibit baru kalau ada yang mati. Serta sering-sering konsultasi pada petugas di lapangan,” jelasnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel