Lain-lain

Rumah dan Gudang Ambruk di Sidopekso

KRAKSAAN – Hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kota Kraksaan pada Jumat (18/1) malam, menyisakan banyak kerusakan. Di Desa Sidopekso, sebuah rumah dan sebuah gudang ambruk. Sementara beberapa rumah lainnya di desa setempat juga mengalami kerusakan di bagian atap, selain ratusan pohon tumbang.

Rumah ambruk tersebut adalah milik, Misnari (48), warga Dusun Karang Dampit. Rumah yang baru selesai dibangun 2 bulan lalu itu rata dengan tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Robohnya rumah itu terjadi saat hujan deras dan angin kencang mengguyur desa setempat pada Jumat malam. Misnari bersama istrinya, Umi Kulsum, berada di rumah lama yang biasa ditempatinya. Rumah itu bersebelahan dengan rumah baru yang ambruk.

Pasutri ini tak sadar saatrumah baru mereka ambruk. Sebab saat itu suara runtuhnya genteng tidak terdengar jelas, kalah keras dengan suara angin yang berembus.

“Saat senter saya arahkan ke rumah baru saya itu, saya kaget. Rumah saya sudah ambruk. Padahal itu bangunan baru dan belum saya tempati,” ujar Misnari saat ditemui Koran Pantura di lokasi.

Ia menyampaikan, di dalam rumah baru tersebut, tidak ada barang berharga. Rumah yang baru dibangun itu sudah menghabiskan biaya Rp 70 juta.

“Memang tidak ada barang berharga. Tapi bangun rumah itu saya habis biaya Rp 70 juta,” kata ayah dari dua anak ini.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Sidopekso Agus menyampaikan, di desanya hanya rumah milik Misnari yang ambruk. Ada lagi bangunan lain di dusun yang sama yang juga ambruk. Yakni sebuah gudang milik warga bernama Fauzan.

“Rumah 1, gudang 1. Kalau yang rusak ringan di bagian atap, cukup banyak. Tapi untuk sementara belum kami data secara rinci,” paparnya.

Pihaknya juga masih belum mendata pohon yang tumbang. “Kalau pohon, lebih dari seratus yang roboh. Bahkan lahan sengon di Dusun Karang Dampit itu roboh semua,” ungkap Agus. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan