Lain-lain

Antisipasi Lonjakan Pasien, RSUD Waluyo Jati Dirikan Tenda Darurat


KRAKSAAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan mendirikan tenda darurat, pada Selasa (6/7). Tenda berwarna oranye itu didirikan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien di IGD. Sebab, belakangan ini pasien berdatangan dengan jumlah besar secara tiba-tiba.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan Sugianto menyampaikan, tenda itu hasil kerjasama antara pihak RSUD dengan BPBD Kabupaten Probolinggo. Ada 3 tenda yang didirikan secara berjejer di belakang gedung IGD setempat. “Ya, tapi sekarang masih belum kami gunakan. Hanya didirikan saja,” ungkapnya.

Tenda itu, kata dia, nanti akan digunakan bila mana ada ledakan jumlah pasien IGD. Sebab, kapasitas ruangan IGD tidak memadai untuk menangani ledakan jumlah pasien tersebut. Sebagai antisipasi, pihaknya dirikan tenda tersebut .Ketika ada ledakan pasien IGD, pihaknya bisa menyiasati tempat pasien di tenda tersebut. Sehingga pasien tetap terlayani dengan baik dan tidak ada stikma masyarakat terus terjaga.

“Karena belakangan ini banyak pasien IGD datang dengan jumlah besar. Kalau berbareng datang, tentu kapasitas ruangan tidak cukup. Dengan ada tenda itu, nanti kami alihkan ke tenda. Kami berusaha untuk melayani dan mengorangkan para pasien sengan baik,” ujar pria berkumis itu.

Di dalam tenda itu nantinya, lanjut dia, akan disediakan sejumlah fasilitas yang cukup. Seperti, tempat tidur, tabung oksigen, dan alat medis lain yang dibutuhkan. Dari tiga tenda yang dibangun itu, pihaknya akan mengisi setiap tendanya dengan jumlah pasien 2-3 orang. Sehingga kapasitas pasien di tenda itu bisa 6-9 orang. “Sebab, kami juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Jaga jarak antar pasien dan sebagainya. Jadi setiap tenda kami batasi jumlahnya,” jelasnya.

Ia memastikan, pasien yang ada di tenda itu bukan pasien Covid-19, melainkan pasien IGD yang datang dengan jumlah besar. Tenda itu pun  nantinya akan digunakan secara insidentil jika dibutuhkan saja. Senyampang kapasitas ruang di IGD cukup, pasien tak perlu dibawa ke tenda darurat.

“Tidak itu bukan untuk pasien Covid-19. Itu untuk pasien IGD saja, karena belakangan ini pasien itu datang secara tiba-tiba. Jadi berusaha untuk bisa melayani pasien dengan baik,” ungkapnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel