Lain-lain

72 Tim Adu Skill di Turnamen e-Sport Free Fire


PROBOLINGGO – Media cetak harian Koran Pantura kembali menggelar turnamen electronic sport (e-Sport). Setelah sukses menyelenggarakan eSport Mobile Legend pada 2020, kini Koran Pantura sukses menyelenggarakan turnamen e-Sport lainnya. Yakni Free Fire, Minggu (4/7) di Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Antusiasme para gamers sangat luar biasa. Sebanyak 72 tim dengan total 360 player (pemain) berpartisipasi dalam ajang bertajuk Piala Porkab Probolinggo VII. Turnamen ini didukung penuh oleh Direktur Utama Koran Pantura H. Zulmi Noor Hasani dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo.

Turnamen berhadiah total Rp 7 juta ini pun sukses melepas dahaga para gamers di Kabupaten Probolinggo. Utamanya bagi para player game Free Fire. Antusiasme tinggi ditunjukkan sejak awal pembukaan pendaftaran game online ini pada 15 Juni lalu. Dalam waktu kurang dari 24 jam, 72 slot yang tersedia langsung penuh. Semuanya adalah warga Kabupaten Probolinggo. Tidak ada peserta yang berasal dari luar Kabupaten Probolinggo.

“Meski dibuka slot sampai seratus lebih pun, pastinya akan tetap penuh slotnya. Apalagi turnamen ini gratis. Hadiahnya juga lumayan besar untuk ukuran turnamen game online di wilayah tapal kuda,” ujar Tunjung Mulyono, Ketua Panitia turnamen Free Fire.

Komposisi tim yang ikut serta dalam lomba ini dibuat merata antara wilayah kabupaten bagian timur, tengah, dan barat. Tujuannya tak lain demi mengakomodasi setiap tim agar bisa ikut serta secara adil. Sehingga turnamen tak dimonopoli oleh tim dari daerah tertentu. “Pesertanya ada yang dari kecamatan Paiton, Kraksaan, Krucil, Maron, dan bahkan Lumbang,” sebut Tunjung.

Turnamen ini diawali dengan tahap kualifikasi yang digelar pada 2-3 Juli secara online. Sebanyak 72 tim bertanding dalam room virtual (arena pertandingan) untuk berebut poin tertinggi agar lolos ke babak 32 besar dan 12 besar. Setelah terpilih 12 tim terbaik, pada 4 Juli dimulailah babak grand final yang mempertemukan 12 tim terbaik di Café Gabahe Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron.

“Kami terapkan protokol kesehatan secara ketat pada saat babak grand final itu. Setiap tim yang beranggotakan 4 orang pemain dan 1 cadangan wajib mencuci tangan dan memakai masker sebelum dan ketika berada di area pertandingan,” terang Tunjung.

Setelah 5 babak pertandingan yang sengit, akhirnya keluarlah nama tim E-Sport Extreme asal Kecamatan Kraksaan sebagai juara. Tim ini berhak membawa pulang uang tunai senilai Rp 2.000.000. Juara kedua adalah tim E-Sport Over Power asal Kecamatan Maron yang berhak membawa pulang uang tunai senilai Rp 1.500.000. Berikutnya adalah juara ketiga yang diraih tim E-Sport 3 M asal Kecamatan Dringu. Tim ini berhak membawa pulang hadiah berupa uang tunai senilai Rp 1.000.000.

Hadiah berupa piala, piagam, dan uang tunai diserahkan oleh Direktur Utama Koran Pantura H. Zulmi Noor Hasani melalui Pemimpin Redaksi Koran Pantura Abdur Rohim Mawardi dan H. Zainul Hasan, seorang tokoh masyarakat asal Kecamatan Maron.

Hadiah juga diserahkan oleh Sekretaris dan Bendahara KONI Kabupaten Probolinggo, Chalid Abubakar dan Erfan Yulianto. Keduanya mewakili Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Sugeng Nufindarko yang berhalangan hadir.

Fery (16), kapten tim E-Sport Extreme yang menjuarai turnamen ini berterima kasih kepada penyelenggara turnamen. Utamanya kepada H. Zulmi Noor Hasani  dan KONI Kabupaten Probolinggo yang telah menggelar lomba game online yang meriah.

“Pesertanya sangat banyak. Jadi, pertandingannya lebih kompetitif dan menarik. Kalau begini, tim E-Sport amatir seperti kami jadi bergairah untuk kembali ikut event serupa. Terima kasih untuk lombanya dan semoga dikemudian hari mau mengadakan lagi,” ungkapnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel