Lain-lain

Jembatan Kedungasem Baru Capai 32 Persen


PROBOLINGGO – Pembangunan jembatan Kedungasem di Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo masih berlangsung. Hingga pekan ini, progres pembangunan jembatan di Jl Kiai Hasan Genggong tersebut baru mencapai 32 persen. Pekerjaan 12 pondasi bored piled atau paku bumi sudah rampung.  

Hal tersebut diungkap Dodit Darmawan selaku administrasi tekhnik PT Feva Indonesia, rekanan yang mengerjakan proyek jembatan Kedungasem. Menurutnya, 12 pondasi bored pile tersebut dipasang di dua sisi, yakni 6 di sisi utara dan 6 sisi selatan.

Pondasi tersebut berbentuk lingkaran berdiameter 80 cm dengan kedalaman 16,5 meter dari permukaan air sungai. Dijelaskan, lubang pondasi digali dengan bor, kemudian beton yang sudah dirangkai berbentuk bundar dimasukkan. Rankaian beton eser ulir tersebut lalu dicor. “Pekerjaannya seperti itu. Kekuatan pondasi 100 ton,” ungkap Dodit saat ditemui pada Rabu (30/6) siang.

Menurutnya, saat ini sejumlah pekerjanya tengah mempersiapkan pembangunan penyangga gerinder, sekaligus membongkar dinding penyangga jembatan lama. Sedangkan  grinder atau beton yang melintang diatas sungai, digarap di sebuah perusahaan. “Jadi begitu gerindernya datang, langsung di pasang. Nanti kalau jembatannya sudah jadi, seperti jembatan di jalan tol itu,” katanya.

Saat pemasangan beton melintang (gerinder) usai, menurut Dodit, pekerjaan tinggal 28 persen. Karenanya, ia yakin pekerjaan perbaikan jembatan yang rusak dihantam banjir tersebut sesuai kontrak, yakni Oktober. “Kami optimis sesuai kontrak, asalkan pekerjaan lancar,” tambah pria asal Kraksaan, Kabupaten Probolinggo tersebut.

Terkait pipa PDAM yang berada di bawah jembatan, untuk sementara waktu tidak berfungsi. Pipa berukuran 8 dim tersebut dipotong, untuk kemudian disambung lagi jika pekerjaan jembatan sudah selesai. “Kami sediakan tempat untuk pipanya, agar petugas PDAM tidak kesulitan masang pipanya. Letaknya tetap di bawah jembatan,” tambahynya.

Diketahui, jembatan Kedungasem dibangun tahun 1976. Jembatan ini diperbaiki karena rusak. Tiang penyangga  bagian tengah sebagian roboh setelah dihantam banjir beberapa kali. Pembangunannya sempat tertunda, lantaran jembatan di Jalur Lingkar Utara (JLU), tepatnya di perbatasan Kelurahan Pilang dengan Kelurahan Sukabumi, retak.

Perbaikan jembatan Kedungasem baru dilakukan setelah jembatan di atas sungai PT Eratex Djaja tersebut selesai diperbaiki. Ini terjadi karena JLU dimanfaatkan sebagai jalur alternative, ketika jembatan Kedungasem dimulai pembangunan. Sebab, Jalan Kiai Hasan Genggong yang merupakan jurusan Probolinggo-Lumajango, ditutup total selama pembangunan  jembatan Kedungasem. (gus/iwy)


Bagikan Artikel