Lain-lain

Tak Hormati Ramadan, 4 PSK Diciduk


TEGALSIWALAN – Sehari menjelang awal Ramadan, empat pekerja seks komersial (PSK) dan seorang muncikari di Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo terjaring razia, Senin (12/4). Mereka ngotot menjajakan diri di saat banyak orang sibuk menyambut Bulan Suci.

Mereka adalah, NA (30) asal Kecamatan Tiris, SI (35) warga Kecamatan Tegalsiwalan, LA (37) warga Kecamatan Leces dan MA (35) warga Kecamatan Gending. Sedangkan muncikarinya adalah ST (40) warga Kecamatan Leces.

Kasat Sabhara Polres Probolinggo, AKP Ahmad Jayadi mengatakan, razia digelar setelah ada pengaduan masyarakat sekitar yang resah dengan adanya praktik prostitusi.

“Dari laporan kami langsung meluncur ke lokasi untuk memastikan dan ternyata memang benar adanya. Saat kami datang mereka sedang menunggu pelanggannya. Maklum masyarakat resah, karena besok sudah mulai menjalankan ibadah puasa,” kata Jayadi.

Empat PSK dan lelaki hidung belang tersebut, lanjut Jayadi, langsung dibawa ke Mapolres Probolinggo untuk pembinaan dan sidang tindak pidana ringan (Tipiring). Tujuannya agar mereka menyadari kesalahannya, terlebih masyarakat akan menjalani ibadah puasa.

“Informasinya, untuk tarif mereka melayani pelanggannya atau tarif kencan itu sekali main Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu, itu sudah termasuk biaya sewa kamar. Sekarang mereka sudah disidangkan via online,” ujar pria asal Kabupaten Sampang Madura ini.

Dari hasil persidangan, sambung Jayadi, melalui putusan sidang nomor 43, 44, 45, 46, 47/Pid.R/IV/2021 dengan denda yang berbeda. Untuk para PSK, menurut dia, dikenakan banyar denda sebesar Rp300 ribu. Sedangkan muncikarinya didenda Rp500 ribu.

“Dikasih pilihan, apakah mau menjalani tipiring hukuman kurungan atau membayar denda dan mereka memilih bayar denda,” tutup mantan KBO Satlantas Polres Pasuruan ini saat ditemui di ruangannya. (yek/ra)


Bagikan Artikel