Lain-lain

Tak Lazim, Ada Tiang Listrik di Tengah Jalan Alun-Alun Probolinggo


PROBOLINGGO – Pemandangan tak lazim dan mengganggu keindahan ada di dalam alun alun Kota Probolinggo. Empat tiang listrik ada di tengah jalan paving, tepatnya di jalan pintu utama sisi selatan.

Kabid Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Nely menyatakan, tiang listrik itu sudah lama terpasang. Posisinya berada di jalan paving, karena jalan yang lama direhab. “Tiang itu dulu ada di pinggir jalan. Karena jalannya direhab menjadi dua arah, akhirnya posisi tiang ada di tengah,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (4/4).

Saat ditanya apakah tiang itu akan dipindah, Nely mengatakan tidak tahu. “Tugas kami hanya menjaga dan merawat. Kalau soal tiang akan dipindah atau tidak, itu kewenangan PUPR,” katanya.

Terkait sejumlah pagupon (kandang merpati) yang kosong melompong, mantan Lurah Mayangan tersebut manyebut merpati di alun-alun kabur dan dicuri orang. “Dua tahun tidak ada yang mengurusi. Ada yang kabur, dan ada yang dicuri,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas PUPR Agus Hartadi saat dkonfirmasi, mengaku tidak tahu soal tiang tersebut. Pihaknya berjanji akan mengecek secepatnya. “Terima kash infonya. Akan dicek sama teman-teman secepatnya,” ujarnya.

Selain tiang, di dalam alun-alun juga ditempati penjual, meski tak banyak. Baik disaat gelaran Pasar Tugu (Sabtu Minggu) ataupun setiap sore hari. Jika kondisi seperti itu dibiarkan, niscaya dalam alun-alun akan jadi arena jual-beli seperti sebelumnya.

Tentang hal tersebut, Kepala Dinas Satpol PP Aman Suryaman mengatakan telah menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di dalam alun-alun, Minggu (4/4) sore. Mereka diminta untuk berjualan di luar alun-alun. Alasannya, selain masih dalam pemeliharaan, fungsi dalam alun-alun bukan untuk berjualan.

Menurutnya, setiap hari petugas Satpol PP berkeliling pagi dan sore. Salah satu tempat yang dipantau ialah alun-alun. Dan sore kemarin petugas mendapati beberapa PKL yang berjualan mainan anak-anak berjualan di dalam alun-alun. “Ya, kami tertibkan. Yang menertibkan petugas piket. Petugas yang piket pukul 16.00 sampai 22.00,” ujarnya.

Pihaknya juga akan terus berkoordnasi dengan DKUPP (Dinas Koperasi Usaha Kecil, Perdagangan dan Perindustrian). “Kami selalu berkoordinasi dengan DKUPP. Kan DKUPP leading sector PKL,” katanya.

 Terpaisah, Kepala DKUPP Fitriawati menyatakan bakal mengingatkan PKL yang berjulan bukan pada tempat yang telah disediakan pemkot. Apapun alasannya, berjualan di dalam alun-alun tidak boleh.

“Kami akan ingatkan mereka. Kalau soal penertibannya, itu ranah Satpol PP. Lha wong sudah ada Pasar Tugu, kok jualan di dalam alun-alun,” katanya. Pihaknya juga akan menggandeng Diskominfo untuk menginformasikan dan mengingatkan tentang tempat atau lokasi yang dilarang berjualan.

Sementara itu, salah satu PKL yang berjualan mainan di dalam alun-alun saat gelaran Pasar Tugu mengaku kalau jualan di lokasi Pasar Tugu tidak laku. “Anak-anak banyak bermain di dalam alun-alun,” ujar pria itu. (gus/iwy)


Bagikan Artikel