Lain-lain

Harga Kubis Hancur, dari Petani Dihargai Rp 500 per Kilogram


SUMBER – Petani sayur, khususnya kubis, di dataran tinggi Kecamatan Sumber dan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, gundah. Pasalnya, harga jual salah satu komoditi andalan dari Sumber dan Sukapura itu sedang hancur. Saat ini kubis dari tangan petani dihargai sangat murah, yakni hanya Rp 500 per kilogram.

Harga ini tidak hanya berlaku bagi petani kubis di Kecamatan Sumber, tetapi juga di kecamatan tetangganya, yaitu Sukapura.

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, harga kubis dari Sumber menjadi Rp 2.800 per kilogram saat sampai di Malang. Padahal, sebulan lalu, harga kubis sempat mencapai Rp 60 ribu per kilogram saat sampai di Malang.

Kini, dengan harga jual cuma Rp 500 per kilogram, kubis tetap dipanen dan tidak dibiarkan membusuk di ladang. “Ya sekarang murah. Hanya Rp 500 per kilogram,” kata Siti,  salah satu warga Desa Cepoko, Kecamatan Sumber, Senin (29/3).

Siti tidak tahu kenapa harga kubis terus menurun. Biasanya, kata Siti, harga jadi seperti ini karena sudah memasuki masa panen. “Biasanya seperti itu. Kalau terus menurun ya bisa-bisa petani membiarkan kubis nggak dipanen dan dibiarkan menjadi pupuk alami,” jelas Siti.

Rahmad, petani lain, mengatakan bahwa biaya operasional untuk menanam kubis di lahan seluas 1,5 hektare berkisar Rp 17 juta. Bila terjual dengan harga normal, yaitu Rp 2.000 per kilogram, petani bisa mendapatkan hasil kotor Rp 30 – 35 juta. Hasil bersihnya sekitar Rp 12-13 juta.

Sedangkan saat ini kubis atau kol dari petani hanya dihargai Rp 500 – 700 per kilogram. “Saat ini bukannya untung, petani malah merugi, karena murahnya harga jual,” kata Rahmad.

Sementara itu, Yayan, petani asal Ngadas, menyatakan bahwa memang saat ini harga kubis hancur. “Hancur sekarang. Kami antar ke Malang harganya Rp 2.800 per kilogram. Padahal sebulan lalu harganya mencapai Rp 60 ribu per kilogram,” katanya.

Yayan berharap, harga kubis kembali normal. “Apalagi sudah hampir mendekati bulan puasa. Ya mudah-mudahan harganya terkerek naik, ” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel