Lain-lain

Jembatan Kedugasem Belum Ada Kepastian


PROBOLINGGO – Belum ada kejelasan tentang pembangunan jembatan Kedungasem. Tak hanya pembangunan jembatan. Bahkan biaya pembongkaran pipa PDAM di bawah jembatan, juga belum diketahui. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) mengisyaratkan, perbaikan jembatan Kedungasem akan dimulai setelah pembangunan perbaikan jembatan di Jalur Lintas Utara (JLU) selesai.

Jika tidak ada kendala, perbaikan jembatan di JLU, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan tersebut, selesai minggu depan. Barulah setelahnya giliran Kedungasem di Kecamatan Wonoasih, akan dimulai.

Jalan KH Hasan Genggong atau jalan jurusan Probolinggo – Lumajang akan ditutup total. Hal Tersebut diungkap Ida Bagus Putu Jaeladi, Pejabat Pembuat Komitmen BBJN wilayah 7 Gempol – Probolinggo, Kamis (4/3) siang di lokasi jembatan Kedungasem.

Pria yang sebelumnya menangani jalan lingkar selatan, Lumajang – Turen Kabupaten Malang tersebut punya harapan. Jika perbaikan jembatan dimulai, semoga tidak terjadi banjir di bawahnya. Diketahui wilayah Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo yang banjir kemarin airnya melalui bawah jembatan Kedungasem.

Dia menegaskan, jika tidak ada kendala hujan dan banjir, pembangunan jembatan akan selesai tepat waktu. Saat ditanya, biaya pembongkaran dan pemindahan pipa air PDAM, Jaeladi mengatakan, belum ada kepastian. Apakah dibebankan ke PDAM atau BBPJN. “Belum ada kejelasan sampai sekarang. PDAM masih diperiksa BPKP,” ungkapnya.

Sejauh ini, PDAM beralasan tidak memilik anggaran untuk biaya pembongkaran dan pemindahan pipa 8 dim yang ada di bawah jembatan. Jika nantinya diketahui oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), PDAM benar-benar tidak memiliki dana, maka biaya ditangani BBPJN. “Kalau kata BPKP, PDAM tidak punya dana, ya biaya ditanggung Balai Besar,” katanya.

Saat ditanya anggaran perbaikan jembatan di perbatasan kelurahan Pilang dan Sukabumi (JLU), Jaeladi mengatakan, tidak tahu pasti. Yang jelas, anggarannya terpisah dengan dana perbaikan jembatan Kedungasem. “Saya tdak tahu dari mana dananya. Mungkin ngambil dari anggaran tak terduga. Biasanya dikerjakan dulu karena mendesak. Hitungannya belakangan,” pungkasnya. (gus/ra)


Bagikan Artikel