Lain-lain

Kapolresta Siap Bantu Bayi Tanpa Anus

Bayi Ahmad Husen yang tidak memiliki anus, akan dibantu Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal untuk menjalani operasi pembuatan lubang anus. (Agus Purwoko/Koran Pantura)

PROBOLINGGO – Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal memberi atensi pada kondisi bayi Ahmad Husen, putra pasangan suami istri Samsul (39) dan Suratiningsih (31), warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. AKBP Alfian Nurrizal menyatakan siap membantu seluruh biaya Ahmad Husen untuk menjalani operasi pembuatan lubang anus.

Hal itu disampaikan AKBP Alfian Nurrizal, Senin (14/1) siang. Kapolresta menyatakan siap membantu biasa operasi pembuatan lubang pembuangan bagi Ahmad Husen, meskipun diperkirakan memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit.  

Rencananya, lanjut Kapolresta, pihaknya akan bekerjasama dengan RS Soebandi Jember untuk menangani kasus yang menimpa Ahmad Husen. Operasi pembuatan lubang anus akan dilaksanakan di RS tersebut. Hanya saja, belum diketahui kepastian waktunya. AKBP Alfian masih menunggu konfirmasi dari RS dan kedua orang tuanya. “Rencananya seperti itu. Dioperasi di RS Soebandi, Jember,” ujarnya.    

Diperkirakan, operasi akan memakan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Namun menurut Kapolresta, Ahmad Husein akan menjalani serangkaian tahapan operasi. Pertama, operasi pembuatan saluran dan lubang anus. “Itu operasi yang pertama dilakukan. Membuat lubang anus,” tandasnya.

Selanjutnya, setelah saluran anus buatan berfungsi sebagaimana mestinya, tim dokter akan melakukan operasi kedua, yakni menutup saluran pembuangan sementara di perut hasil operasi di RSUD dr Soetomo Surabaya. 

Menurut Kapolresta, rangkaian operasi dan tindakan medis tersebut jelas memerlukan biaya yang tidak sedikit. “Karena keluargga tidak mampu, makanya kami berniat untuk membantu,” ujarnya.

AKBP Alfian berharap, pihak keluarga berkenan menerima bantuan medis yang ditawarkan ini. Selain itu, ia juga meminta pihak keluarga bersabar menghadapi ujian dan telaten merawat Ahmad Husen. “Kami berharap keluarga sabar menerima ujian ini. Yang penting, operasi lancar dan cepat sembuh,” katanya. 

Sementara itu, Pemkot Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos) menjadwalkan hari ini akan berkunjung ke kediaman pasangan Samsul dan Suratiningsih untuk melihat kondisi Ahmad Husen. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi dan ibu yang melahirkan serta keadaan ekonominya.

“Itu kewajiban kami. Agar kami mengetahui kondisinya. Termasuk bantuan apa yang dibutuhkan. Dinsos hanya bisa membantu kebutuhan rumah tangga termasuk sembako,” ujar Kepala Dinsos Zainullah.

Sedangkan soal operasi pembuatan lubang anus, menurut Zainullah, menjadi kewenangan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD dr Moh. Saleh. Zainullah menyarankan agar orang tua bayi ikut BPJS dan sering-sering berkonsultasi dan memeriksakan kesehatan bayinya ke RSUD.

“Untuk urusan kesehatan dan operasi, bukan kewenangan kami. Kami besok akan menyarankan kepada kedua orang tuanya untuk sering-sering berkonsultasi ke rumah sakit,” kata Zainullah, kemarin. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan