Lain-lain

Potensi Abrasi Berlangsung hingga April


PAITON – Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini menutuy Mangrove Centre Probolinggo (MCP) masih berpotensi menimbulkan abrasi. Ancama itu juga berlaku bagi lokasi wisata pantai yang berada di wilayah timur Kabupaten Probolinggo. Bahkan potensi adanya abrasi diperkirakan bisa terjadi hingga April nanti.

Pembina Mangrove Centre Probolinggo Abdul Aziz mengatakan, abrasi memang merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi di Kabupaten Probolinggo. Puncaknya  biasanya terjadi menjelang pergantian musim hujan ke kemarau.

“Potensi untuk abrasi masih ada, karena musim hujan belum berakhir. Baru kalaun sudah kemarua, pantai ini aman dari abrasi,” katanya, Senin (1/3).

Ia menyebutkan, pergantian musim nanti bisa menjadi tolok ukur abrasi selama 2021. Jika abrasi yang terjadi tidak parah, maka kemungkinannya abrasi yang terjadi pada musim hujan di penghujung tahun jika tidak akan parah.

“Siklusnya memang seperti itu. Bahkan kalau tidak ada abrasi pada pergantian musim nanti, insha Allah tidak ada abrasi sampai akhir tahun. Namun, mengingat kondisi cuaca akhir-akhir ini, potensi abrasi itu masih ada. Makanya yang di daerah pantai itu harus bersiap, utamanya bagi pengelola wisata,” terangnya.

Dan terkait lokasi yang sangat berpotensi terjadi abrasi pada tabun ini, menurutnya akan terjadi di daerah pantai probolinggo bagian timur. Hal itu dijelaskannya sesuai dengan arah hembusan mata angin.

“Lihatnya dari faktor angin. Anginnya ini kan dari barat ke Timur, jadi sepertinya yang akan terkena abrasi itu di bagian Timur Probolinggo, seperti Duta dan Bohay di Kecamatan Paiton,” jelasnya.

Aziz pun menyebut, salah satu cara untuk mencegah adanya abrasi adalah dengan melakukan penannaman pohon mangrove. “Inilah pentingnya ada mangrove di pesisir pantai. Selain untuk menjaga pesisir daribenturan ombak besar, mangrove juga bisa mencegah adanya abrasi,” terangnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel