Lain-lain

Canangkan Bulan Panutan PBB dan Gerakan Serbu


PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo melalui Badan Keuangan Daerah melaunching dua program sekaligus. Yakni pencanangan Bulan Panutan PBB dan Gerakan Pensertifikatan 1000 Tanah Aset Pemerintah Daerah di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Jum’at (26/2) pekan lalu.

Launching dua program tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Seluruh pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemkab Probolinggo mengikuti kegiatan tersebut secara virtual melalui aplikasi teleconference.

Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama Gerakan Pensertifikatan 1000 tanah aset Pemerintah Daerah tahun 2021. Yakni oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Probolinggo Budi Doyo, dan Kepala Badan Keuangan Daerah Dewi Korina.

Bupati Tantri didampingi Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko juga menyerahkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi pada kecamatan yang telah lunas PBB tahun 2020 sebelum jatuh tempo. Yakni kepada 5 Kecamatan di lingkungan Pemkab Probolinggo. Yakni, Kecamatan Wonomerto, Kuripan, Bantaran, Tegalsiwalan dan Sumber.

Lima kecamatan tersebut juga menerima piagam penghargaan dari Pemkab Probolinggo. Ada pula cenderamata dari Bank Jatim Cabang Kraksaan sebagai wujud apresiasi untuk lima kecamatan tersebut.

Bupati Tantri mengatakan, pencanangan bulan panutan PBB secara elektronik dan gerakan pensertifikatan 1000 tanah aset Pemda merupakan program pemerintah untuk terus meningkatkan PAD. Khususnya dengan memanfaatkan aplikasi elektronik, yakni aplikasi Elektronik Pembayaran dan Informasi Pajak Daerah (E-PIPAD). Aplikasi tersebut terus disempurnakan baik dalam hal penguatan regulasi dan upaya sosialisasinya hingga di di tingkat desa/kelurahan.

“Bangunlah jejaring kemitraan dengan pihak Bank, Non Bank, Pemerintah Desa, BUMDes dan organisasi sosial kemasyarakatan di desa. Dengan demikian jangkauannya lebih luas sampai ke pelosok desa. Dengan kesuksesan Bulan Panutan PBB ini menjadi pioner serta menjadi teladan bagi masyarakat dengan membayar PBB sebelum jatuh tempo,” ujarnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menyatakan, pihaknya telah mengirimkan 509.704 SPPT PBB-P2 yang tersebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

“Pendistribusiannya dilakukan sebulan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, masyarakat lebih cepat membayar pajak. Dari 509.704 SPPT PBB-P2 itu, total nilainya mencapai Rp 10.907.763.760,” pungkasnya. (tm/adv)


Bagikan Artikel