Lain-lain

Gantung Diri Usai Sholat Jumat

PAKUNIRAN – Salman Alfarisi (22) mengakhiri nyawanya dengan cara tragis. Pria asal Desa Glagah Kecamatan Pakuniran itu nekat gantung diri di kamarnya usai sholat Jumat, kemarin (11/1).

Informasi yang dihimpun Koran Pantura, diduga peristiwa ironis itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Tarum selaku ayah korban, baru pulang dari masjid usai menunaikan ibadah sholat jumat. Dia langsung masuk rumah dan menuju kamar anaknya. Tak disangka ia menemukan Salman sudah pada posisi gantung diri. Spontan Tarum menjerit-jerit histeri.

Mendengar jeritan keras itu, Holip dan Rivai, tetangga sebelah, berlari menuju sumber suara. Mereka pun kaget saat melihat Salman yang gantung diri menggunakan seutas tali, yang biasa untuk mengikat hasil panen tembakau. Secepat mungkin Rivai dan Holip menurunkan Salman ke lantai, dan melepas lilitan tali dari lehernya.

Saat diperiksa, detak nadi Salman masih terasa. Kemudian korban disegerakan evakuasi ke RSUD Waluyo Jati untuk ditangani medis. Sayangnya, detak jantungnya berhenti saat di tengah perjalanan. Hingga akhirnya, Salman menghembuskan nafas terakhirnya sebelum sampai di Rumah Sakit.

Holip, tetangga korban, mengatakan, dirinya tak memiliki firasat apapun sebelumnya. Bahkan ia mengenal Salman sebagai pribadi yang penurut, pendiam dan ramah. “Saya nggak tau, cuman dengar teriakan langsung sya datang. Ternyata sudah begitu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pakuniran Iptu Habi Sutoko menyampaikan, peristiwa tersebut murni kejadian bunuh diri. Pihaknya tidak menemukan bekas lebam akibat benturan benda tumpul atau luka bekas benda tajam. “Itu murni kecelakaan bunuh diri,” ungkap Iptu Habi.

Lanjutnya, saat ini pihak keluarga korban telah menerima dengan lapang dada atas kejadian itu. Selain itu, keluarga menganggap kejadian itu sebagai musibah bersama. “Keluarga tidak mau dilakukan otopsi pada putranya. Dan telah menarima kejadian itu dengan lapang dada,” tutur Kapolsek. (yek/ra)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan