Lain-lain

Jembatan Kedungasem Segera Dibangun


PROBOLINGGO – Pembangunan jembatan Kedungasem di Jl KH Hasan Gengong, Kota Probolinggo bakal segera dimulai. Senin (8/2) depan ruas Jl KH Hasan Genggong akan mulai ditutup untuk melancarkan pengerjaan proyek jembatan Kedungasem.

Hal ini terungkap saat BBJN (Balai Besar Jalan Nasional) VIII Jawa-Bali bertemu dengan PT Fefa Indonesia, Polres Probolinggo Kota dan Kabupaten, serta Dishub Kota dan Kabupaten Probolinggo, Kamis (4/2) siang. Mereka bertemu di lokasi jembatan Kedungasem untuk berkoordinasi.  

 Selain meninjau lokasi, mereka juga mempersiapkan jalan alternatif. Dipastikan, jalan akan ditutup mulai Senin (8/2) sambil sosialisasi dan dievaluasi. Sedangkan pembangunan jembatan akan dimulai 20 Februari.

Kontraktror pembangunan jembatan ini adalah PT Fefa Indonesia. Agus Heri Istanto selaku General Superintenden PT Fefa Indonesia mengatakan, proyek yang akan dikerjakan tidak sesuai jadwal alias molor, lantaran terkendala pipa PDAM.

Di perjanjian kontraknya, proyek senilai Rp 8 miliar tersebut harusnya dikerjakan mulai 25 November 2020 dan selesai 25 Juni 2021. “Ya, memang molor. Mestinya akhir November lalu dan harus rampung Juni. Tertunda karena menunggu pembongkaran pipa PDAM,” ujarnya.

Dijelaskan, ada dua pipa PDAM di jembatan, yakni pipa 8 dim yang terpasang di bawah jembatan. Sedangkan pipa yang bulatnya 18 inchi berlokasi di sisi timur jembatan. Menurutnya, pipa di bawah jembatan harus dibongkar dan dipindah ke tempat lain karena mengganggu pekerjaan.

Sementara, pipa 18 dim tetap berada di lokasi semula, namun harus diperkuat. Saat ditanya kapan akan dibongkar dan berapa anggarannya, Agus menjawab tidak tahu, karena merupakan kewenangan Balai Besar dan PDAM. “Anggaran tersendiri, pisah dengan anggaran jembatan. Dananya dari PU Provinsi,” jelasnya.

Ditambahkan, jembatan yang awalnya panjangnya 18 meter itu nanti diperpanjang menjadi 25,8 meter, lebar 14,20 meter. Total anggarannya Rp 8 miliar. Proyek tersebut harus selesai di akhir Juni. “Kami diberi waktu 5 bulan. Lebaran belum bisa dipakai. Kan masih ada pekerjaan. Jadwal kami kan sampai Juni,” pungkasnya.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek perbaikan jembatan Kedungasem Ida Bagus Putu Jeladi mengatakan, proyek tersebut sudah dimulai. Sesuai dengan jadwal, 25 November lalu. “Siapa bilang belum dimulai? Sudah dimulai kok. Koordinasi dengan bebagai pihak, kan termasuk pekerjaan,” katanya.

Penutupan jalan secara total dilakukan karena menurut Jeladi, tidak ada tempat atau lokasi untuk jembatan darurat yang bisa dilalui kendaraan. Solusinya, jembatan dibongkar keseluruhan, bukan sebagian. “Kami tak memiliki lahan untuk penempatan jembatan darurat. Ya, akhirnya kami bongkar keseluruhan,” katanya.

Terpisah, Plt Kabag Hubungan Pelanggan pada PDAM Erang Budi Cahyono berterus terang belum mengetahui kapan pipa 8 dim dibongkar dan pipa 18 dim akan diperbaiki. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dari Balai Besar Jalan Nasional. “Kami hanya sebagai pendamping. Semuanya apa katanya balai besar,” ujar Erang di kantor PDAM.

Dengan demikian, pihaknya tidak tahu kapan pipa PDAM akan dibongkar, termasuk yang akan mengerjakan pembongkaran sekaligus pembenahannya. Soal dana, Erang menjawab antara PDAM dan BBJN belum ada kata sepakat. “Soal siapa yang akan membiayai, PDAM dengan BBJN belum deal. Sekarang masih tahapan peninjauan,” katanya.

Bila pipa PDAM dibongkar, Erang mengatakan, pihaknya masih memikirkan dampaknya terhadap pelanggan. Ia berharap, dampaknya tidak seperti saat terjadi kebocoran pipa utama di sumber Ronggojalu. “Kami harus hati-hati. Tidak bisa dibongkar seenaknya. Pelayanan juga harus kita pikirkan. Pipa itu menyuplai kebutuhan pelanggan sekitar 50 persen,” pungkasnya.

Dari kepolisian, Kanit Laka Polres Probolinggo Iptu I Nyoman Harayasa mengatakan, penutupan jalan untuk sementara selama dua hari mulai 8 Februari. “Dalam dua hari itu kita evaluasi. Kalau ada persoalan, ya kita pecahkan bersama,” katanya.

Mengenai jalur alternatif, sesuai pertemuan Satlantas dan Dishub Kota-Kabupaten Probolinggo, jalur alternatif ada tiga jalan. Untuk kendaraan kecil dari wilayah timur (Bali, Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso) yang hendak ke Lumajang dan Jember lewat jalur pantura, akan dialihkan lewat jalan tembus Sinto-Tegalsiwalan.  

“Pertigaan Desa Tamansari ke selatan tembus pertigaan Desa Banjarsawah. Kalau kendaraan besar dan berat, lewat JLU kota, tembus petigaan Pilang atau Ketapang, terus ke selatan lewat jalan Professor Hamka,” jelasnya.

Sementara untuk kendaraan yang datang dari arah selatan (Jember dan Lumajang yang hendak ke Surabaya atau Malang, jalur alternatifnya, pertigaan Desa Jorongan ke barat . Sedangkan kendaraan dari arah barat Surabaya atau Malang yang hendak ke Banyuwangi lewat pantura, jalurnya tetap sama. Yakni lewat JLU. “Kalau yang mau ke Jember atau Lumajang, pertigaan Ketapang ke selatan lalu lewat Jalan Profesor Hamka tembus pertigaan Jorongan,” ungkapnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel