Lain-lain

Demi Rumput, Alun-Alun Kota Probolinggo Ditutup Setahun


PROBOLINGGO – Meski pembangunannya sudah selesai, namun warga Kota Probolinggo belum bisa menikmati dan bermain di dalam alun-alunnya. Alasannya pemkot khawatir rumput yang baru ditanam mati akibat diinjak pengunjung.

Tidak tanggung-tanggung, alun-alun ditutup selama satu tahun dengan alasan menunggu rumput benar-benar hidup. Masalah penutupan alun-alun itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Probolinggo dengan Dinas Pekerjaan Umum  Perumahan dan Permukiman (PUPR) dan Bagian Pembangunan, Senin (18/1) siang.

Rahman Kurniadi selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) mewakili Kepala  Dinas PUPR mengatakan, alun-alun ditutup demi menjaga rumput yang masih penyesuaian. Menurutnya, butuh waktu agar rumput benar-benar hidup dan tumbuh subur sehingga tahan terhadap iklim. “Kalau sekarang, rumput belum siap diinjak pengunjung. Butuh waktu,” ujar Rahman usai RDP.

Menurutnya, saat ini rumput Jepang yang ditanam di dalam areal alun-alun dalam masa pemeliharaan selama satu tahun. Selain pemeliharaan, kontraktor juga berkewajiban menjaga  agar alun-alun tidak dimasuki pengunjung. “Ada petugas dari kontraktor yang stand by di sana setiap hari. Pemeliharaan dan penjagaan kewajiban rekanan pemenang tender selama satu tahun,” katanya.

Tentang pagar yang mengelilingi, akan dibuka setelah rehabilitasi alun-alun tuntas seratus persen. Sekarang pembangunannya hanya sebagian yang selesai dan akan dilanjutkan tahun ini. Di antaranya, pembangunan taman Manula (Manusia Lanjut Usia), Gedung TIC (Tourist Information Center), toilet dan gedung Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) dengan anggaran Rp 2 miliar.

Taman dan gedung yang akan dibangun tersebut akan ditempatkan di luar alun-alun. Tepatnya sisi utara yang saat ini ditempati penjual atau pedagang. Sedangkan PKL yang berjualan akan direlokasi atau dipindah di sekeliling alun-alun. Hanya saja, Rahman tidak menyebut tempat pastinya.  Setelah pembanguna nsarana dan prasarana pendukung alun-alun selesai atau tuntas seratus persen, maka pagar akan dibuka.

Sementara itu, Ketua Komisi III Agus Riyanto berharap pemkot lebih tegas dan tidak setengah hati. Selama ini yang terjadi, pemkot belum menggembok pintu seng sisi timur, sehingga masyarakat masih bisa masuk dengan membuka atau menjebol pintu seng. “Jangan tanggung-tanggung, tutup yang rapat sekalian. Buktinya warga masih ada yang masuk,” katanya.

Selain ditutup total, pemkot juga bisa menugaskan 2 personel Satpol PP untuk menjaga, terutama saat malam. Jika ada warga yang masuk alun-alun malam hari, selain diketahui petugas bisa mengusir mereka. “Kalau tidak ada petugas, terus ada yang masuk laki laki dan perempuan, kan tidak ada yang tahu, mereka berbuat apa di dalam alun-alun. Apalagi penerangannya masih belum ada,” tegasnya.

Siang hari juga harus ada petugas Satpol PP, agar alun-alun bisa dibuka mulai sekarang. Tidak perlu menunggu satu tahun lagi, Sebab, warga sudah rindu bermain bersama keluarga di alun-alun. “Kalau ada yang nginjak rumput, ya harus ditegur dan diingatkan. Sudah 2 tahun dan ditambah 1 tahun alun-alun ditutup. Kasihan masyarakat,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel