Lain-lain

Tol Paspro Malah Jadi Lokasi Balap Liar

LECES – Hingga saat ini tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) tak kunjung diresmikan. Hal itu membuat sejumlah pemuda yang tinggal di sekitar ruas jalan tol di Desa Clarak, Kecamatan Leces itu memanfaatkannya sebagai tempat nongkrong. Bahkan jalan tol itu dijadikan sebagai lokasi balap motor liar.

Hal itukah yang dilaporkan oleh Safety Man proyek tol Paspro Suparman (36), Kamis (10/1). Ia mengaku resah dan terganggu dengan aksi para pemuda yang dilakukan nyaris tiap sore hari.

“Tidak terganggu bagaimana, keberadaan mereka itu justru membahayakan keselamatan pekerja proyek yang melintas dan juga membahayakan keselamatan mereka sendiri. Kalau sampai ada kecelakaan, kami juga yang kena getahnya,” ungkap Suparman.

Karena dinilai mengganggu pengerjaan proyek yang masuk tahap finishing, akhirnya Suparman melaporkan hal tersebut kepada Polsek Leces. Tanpa menunggu terlalu lama, anggota Polsek Leces datang menggunakan mobil patroli. Mereka langsung mendatangi kerumunan pemuda. Sadar ada polisi, para pemuda itu langsung kocar-kacir sembari berusaha kabur.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung bergerak untuk mendatangi para pemuda yang bergerombol itu dan membubarkannya. Waktu kami datang, ada kerumunan pemuda dengan belasan sepeda motor yang adu cepat di area tol Paspro desa Clarak,” ujar Kepala SPKT Polsek Leces Aipda Ichwan Purbo, didampingi Kanit Binmas Bripka Fifit.

Menurutnya, aktivitas balap liar di area obyek vital nasional seperti jalan tol Paspro adalah kegiatan ilegal. Karena selain mengganggu pengerjaan proyek, juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, dalam hal ini keselamatan para pemuda yang jadi peserta balap liar itu.

“Patroli semacam ini akan terus kami lakukan hingga area jalan tol di wilayah hukum kami ini benar-benar steril dari aksi balap liar yang meresahkan ini,” tegas Aipda Ichwan. (tm/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan