Lain-lain

597 Nakes Tidak Penuhi Syarat Vaksinasi


PROBOLINGGO – Sebanyak 597 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Probolinggo dicoret dari daftar penerima vaksin pada tahap I. Sebab, ratusan nakes tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat dengan berbagai faktor. Mulai dari usia lanjut, pernah positif Covid-19, dan ada riwayat penyakit bawaan (komorbid).

Alhasil dengan adanya pencoretan sebanyak 597 nakes tersebut, jatah vaksin yang dialokasikan untuk tahapan pertama vaksinasi di Kabupaten Probolinggo berkurang. Dari usulan sebelumnya sebanyak 3.772 dosis untuk nakes, jadi 3.175 dosis.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica menjelaskan, terjadinya pencoretan terhadap ratusan nakes itu setelah dilakukan tahap filterisasi dari usulan data sebanyak 3.772 nakes yang diajukan sebelumnya kepada pemerintah pusat.

Namun setelah dilakukan tahapan itu, ternyata hanya 3.175 nakes yang memenuhi syarat. Sisanya sebanyak 597 nakes dan pembantunya dicoret dari daftar lantaran tak memenuhi syarat yang ditetapkan.

”Sasaran vaksinasi Covid-19 adalah kelompok rentan yang berusia 18-59 tahun dengan pemberian secara bertahap. Kelompok usia di atas 60 tahun akan divaksinasi setelah tersedia data keamanan untuk kelompok usia tersebut dan disetujui BPOM,” ujarnya, Rabu (13/1).

Disebutkan, untuk vaksin baru akan tiba di Kabupaten Probolinggo pada awal Februari. Namun, belum dipastikan tanggal berapa vaksin tersebut tiba dan kemudian dilaksanakan proses vaksinasinya.

“Untuk Kabupaten Probolinggo, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 masuk dalam tahap pertama interim dua pada bulan Februari 2021. Untuk tahap pertama interim satu pada 14 Januari 2021 sementara akan dilaksanakan untuk wilayah Surabaya Raya,” sebutnya.

Meski demikian, dikatakan Dewi, pihaknya telah menyiapkan segala sarana dan prasarana untuk kedatangan vaksin dan pelaksanaannya. Mulai dari menyiapkan tempat penyimpanan vaksin dan petugas vaksinasi.”Ada sekitar 225 orang vaksinator di Kabupaten Probolinggo yang sudah mendapatkan pelatihan dari Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang,” ujarnya.

Lalu saat tiba di Kabupaten Probolinggo, kata dokter Dewi, vaksin akan disimpan di gudang penyimpanan farmasi Kabupaten Probolinggo yang ada di Kota Probolinggo. Cool chain (rantai dingin) vaksin di tingkat kabupaten juga sudah disiapkan. Terdiri atas satu coldroom, 43 lemari penyimpanan vaksin standar WHO yang berfungsi dengan baik di puskesmas-puskesmas.

Lalu, 282 vaccine carrier standar WHO serta rumah sakit sebanyak 6 lemari es penyimpan vaksin. “Jumlah posko vaksinasi yang disiapkan ada sebanyak 39 lokasi terdiri dari 33 puskesmas dan 6 rumah sakit,” paparnya.

Enam rumah sakit ini milik pemerintah dan swasta. Antara lain, RSUD Waluyo Jati, Kraksaan; RSUD Tongas; RSU Wonolangan, Dringu; RS Graha Sehat, Kraksaan; RS Rizani, Paiton; dan RSIA Fatimah, Kraksaan. “Sisanya tersebar di 33 puskesmas yang ada di 24 kecamatan yang ada di kabupaten Probolinggo,” sebutnya.

Adapun alur pelayanan vaksinasi Covid-19, dijelaskan oleh Dewi terdiri dari tiga tahapan. Yakni ssebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan, dan pascapelaksanaan. Sebelum pelaksanaan, sasaran menerima menerima notifikasi (SMS). Kemudian sasaran melakukan registrasi online (peduli lindungi) atau SMS (*#). Selanjutnya sasaran memilih tempat vaksinasi (faskes) dan memilih jadwalnya. Hingga pada tahapan akhirnya sasaran mendapat e-tiket berupa nomor dan barcode.

”Kami tidak dapat menjadwal pelayanan vaksinasi. Karena tiap rumah sakit atau puskesmas tidak sama. Namun pascapelaksanaan, sasaran yang telah diimunisasi tetap akan kami pantau untuk mengetahui ada tidaknya gejala KIPI (Kejadian Ikutan Pascaimunisasi). Jika ada, maka sasaran bisa menghubungi nomor kontak faskes tempat pelayanan imunisasi untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel