Lain-lain

Satgas Covid-19: Antibodi 94 Persen Setelah Vaksin Kedua


KRAKSAAN – Vaksinasi Covid-19 secara masal bakal dilakukan di Kabupaten Probolinggo dalam waktu dekat. Meski demikian, Satgas Covid-19 menegaskan penyuntikan vaksin itu tidak bisa menjamin masyarakat terhindar seratus persen dari virus menular itu.

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan, vaksinasi Covid-19 rencananya dibagi menjadi dua tahap. Dalam penyuntikan pertama, warga yang divaksin akan memilik anti bodi 52 persen.

“Baru setelah disuntik vaksin kedua, tubuh kita memiliki anti bodi sebanyak 94 persen. Namun itu berlaku setelah sepekan dari penyuntikan vaksin kedua,” kata dokter Viro, sapaan akrab dr Dewi Vironica, Senin (11/1).

Menurut dr. Viro, vaksin Sinovac yang akan disuntikkan membuat tubuh seseorang memiliki gejala ringan. Jika imunnya kuat, maka orang tersebut tidak akan mengalami gejala meski baru saja disuntik vaksin.

Satu hal yang perlu difahami, jelas dr. Viro, tidak ada jaminan bahwa seorang yang sudah divaksin akan terhindar dari penularan Covid-19. Syarat mutlaknya, tegas dia, tetap menerapkan protokol kesehatan seolah-olah belum divaksin.

“(Vaksin) tidak menghalangi virus itu masuk ke tubuh kita. Kalau kita tidak memakai masker, menjaga jarak dan tidak rutin mencuci tangan, ya tetap terjangkit virus. Hanya saja, kalau sudah divaksin virus yang masuk ke tubuh akan langsung mati,” tuturnya.

Dalam tahap awal vaksinasi di Kabupaten Probolinggo, lanjut dr. Viro, sementara sasaran utamanya adalah para tenaga kesehatan (Nakes). Sebab, nakes merupakan petugas yang memiliki kontak erat dan melayani langsung masyarakat.

“Kita juga sudah menyosialisasikan kepada nakes agar berpartisipasi langsung dalam vaksin ini. Karena nakes ini kontak langsung dengan masyarakat, otomatis harus memiliki anti bodi yang lebih,” ungkap dokter kelahiran Kota Balikpapan ini.

Sekedar informasi, vaksinisasi di Kabupaten Probolinggo dijadwalkan digelar Kamis (14/1) ini. Sebanyak 3.626 nakes, disusul petugas pelayan publik sejumlah 1. 652 orang bakal divaksin sebagai kelompok prioritas. (yek/iwy)


Bagikan Artikel