Lain-lain

Retribusi RPH Tak Capai Target


KRAKSAAN – Pandemi Covid-19 rupanya juga berdampak pada target PAD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Probolinggo. Sampai dengan tutup tahun hanya tercapai 85 persen dari seluruh target yang dibebankan.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesmavet Nikolas Nuryulianto mengatakan, perolehan retribusi RPH yang telah ditargetkan untuk masuk PAD masih belum maksimal. Lantaran jumlah konsumsi daging di masyarakat mengalami penurunan. Akibatnya jumlah pemotongan ternak yang dilakukan di RPH juga berkurang.

“Sampai dengan akhir tahun 2020 ada 6.343 hewan yang dipotong di RPH. Kalau kondisi normal bisa lebih dari itu,” ujarnya, kemarin (10/1).

Lanjut Niko, capaian enam RPH yang dikelola DPKH hanya mampu menghasilkan Rp 126.860.000 yang diperoleh retribusi. Sedangkan target yang dibebankan adalah Rp 150.000.000.

“Jika dipersentase capaian hanya 85 persen. Upaya yang dilakukan belum menunjukkan hasil yang maksimal, karena memang terbentur kebutuhan pasar yang menurun,” ungkapnya.

Beberapa upaya telah dilakukan, salah satunya melakukan pendekatan personal kepada pelaku usaha. Agar tetap melakukan pemotongan hewan melalui RPH ketika ada permintaan daging di pasaran belum berjalan maksimal.

Selain itu, pihaknya juga melakukan survei sekaligus sosialisasi di pasar tradisional untuk mengetahui penurunan tersebut. Alhasil, pedagang mengeluh lantaran permintaan daging merosot hingga 50 persen. Masyarakat hanya membeli daging apabila ada hajatan saja.

“Masyarakat mengkonsumsi daging hanya saat ada hajatan. Itu pun dibatasi karena ada larangan berkerumun di tengah pandemi. Hal itu sangat mempengaruhi pelaku usaha melakukan pemotongan hewan,” ujar Niko. (yek/ra)


Bagikan Artikel