Lain-lain

Tersentuh Mendengar Lantunan Adzan, Seorang Tahanan Masuk Islam


PAJARAKAN – Rupanya ruang tahanan Polres Probolinggo yang pengap memberikan cahaya baru pada hati Santoso (26). Pria asal Dusun Pojok, Desa Ledokombo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo ini, memutuskan mengucapkan dua kalimat shahadat, pada Rabu (30/12).

Itu setelah hatinya bergeming setiap mendengar lantunan suara adzan dan ayat suci alquran dari balik jeruji besi selama 4 bulan terakhir. Ikrar shahadat itu dilafalkannya di Masjid Amanullah Polres Probolinggo, dengan disaksikan sejumlah anggota kepolisian.

“Setiap saya mendengar suara adzan dan ayat suci alquran. Hati saya pasti bergetar. Akhirnya dengan niat yang tulus saya sampaikan ke pak polisi kalau saya ingin masuk islam,” ungkap Santoso, usai membaca dua kalimat shahadat.

Santoso mengaku, seperti bayi yang baru lahir. Harapan hidupnya seolah kembali terukir kembali dengan jalan yang jauh berbeda. Perasaannya yang benar-benar bahagia itu tak mampu ia sampaikan dengan kata-kata.

Meski ia harus tetap mendekat di sel tahanan. Santoso berjanji akan memanfaatkan hari-harinya itu untuk belajar agama islam dan cara mengaji yang baik dan benar.

“Tidak ada paksaan dari siapapun. Murni memang sering bingung kalau mendengar orang ngaji seperti ingin ikut juga,” tutur ayah satu anak ini.

Sementara itu, Kasat Tahti Polres Probolinggo, Iptu Suhartono mengatakan, sejak dirinya menjabat selama lima tahun, sudah ada dua tahanan yang memilih masuk Islam. Pertama, kata dia, seorang wanita yang merupakan tahanan narkoba asal Banyuwangi, dan Santoso.

“Mungkin mereka mendapat hidayah. Sehingga hatinya tergugah dan memutuskan memeluk agama Islam,” ujarnya. (yek/ra)


Bagikan Artikel