Lain-lain

Dihantam Bus, Pengendara Motor Tewas


PROBOLINGGO – Kecelakaan lalu lintas berujung maut terjadi di jalan raya Desa Pesisir, Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Minggu (13/12) sekitar pukul 09.00. Sebuah bus antar kota dalam provinsi menghantam sepeda motor. Pengendara motor tewas. Sedangkan sopir bus luka ringan dan dilarikan ke RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo.

Kejadian ini minim saksi. Mintoroko (45), seorang warga yang saat kejadian berada di dekat lokasi, hanya mendengar bunyi seperti ban pecah. Setelah menoleh ke utara, ia melihat bus menghantam pohon. Ternyata tidak hanya pohon yang ditabrak, tetapi juga pengendara motor.

Begitu tahu ada pengendara sepeda motor yang ditabrak, Mintoroko kemudian mencari korban. Korban tewas yang belakangan diketahui bernama Satu Khoirul (51), warga Desa Mentor, Sumberasih, saat itu terlihat tergeletak di dalam saluran air atau plengsengan dekat rel Kereta Api (KA).

“Posisi korban tengadah. Kepalanya ada di atas saluran, sedangkan tubuhnya masuk di dalam plengsengan. Saya lihat enggak ada lukanya. Lepas dari sepeda motornya,” ujar Mintoroko yang warga Desa Mentor, Sumberasih.

Menurutnya, sepeda motor korban tidak ikut masuk ke plengsengan. Motor Honda Beat matik bernopol N 3842 QR itu berada di antara korban dengan roda bus bagian belakang. Kondisi motor itu rusak parah hingga tak berbentuk.

Sedangkan bus Mitra Titian Nusantara nopol L 7792 UV ringsek di bagian kanan atau dekat sopir. Bus tanpa penumpang yang disopiri Jamaludin (27) itu usai menghantam motor, langsung menghantam dua pohon hingga tumbang. Roda depan dan belakang masuk plengsengan, sehingga bus sulit dievakuasi.

Dua kendaraan besar, tronton dan dump truck didatangkan untuk menarik bus itu setelah tumbangan pohon dipotong. Namun, upaya mengevakuasi bus ke jalan raya gagal. Alhasil, kemacetan tidak terhindarkan. Lalu lintas terpaksa diatur buka tutup untuk satu lajur yang bisa digunakan.

Menurut Mintoroko, bus dan motor yang dihantamnya melaju dari arah berlawanan. “Enggak tahu kok tiba-tiba bus itu nganan (ke arah utara). Enggak, enggak nyalip, lha wong di depannya tidak ada kendaraan,” jelasnya.

Diduga, pengemudi bus ngantuk sehingga bus keluar jalur, dan menghantam motor dari arah berlawanan, kemudian menabrak dua pohon. “Sopirnya terjepit. Hanya luka dan dibawa ke rumah sakit. Bus enggak ada penumpangnya. Kalau kondekturnya, tidak apa-apa,” tambah Mintoroko.

Sementara, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Tavip Hariyanto merinci, korban bernama Satu Khoirul (51), warga Dusun Darungan, RT 02 – RW 01 Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten. Probolinggo. Sedangkan pengemudi bus bernama Jamaludin (27), warga Permas, Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

Menurut AKP Tavip, bus yang disopiri Jamaludin itu melaju dari arah timur ke barat. Sesampainya di TKP, bus berusaha mendahului kendaraan lain yang ada di depannya dari sisi kanan.

Pada saat bersamaan, melaju 2 sepeda motor dari arah barat. Saat itu ada sepeda motor korban bersama kendaraan roda dua bernopol L-2683-JO yang pengendaranya belum diketahui identitasnya.

Melihat ada dua kendaraaan roda dua, Jamaludin terkejut dan tidak dapat menguasai busnya. Ia berusaha banting kemudi ke arah kanan untuk menghindari benturan dengan dua sepeda motor tersebut. Tetapi, tetap saja satu pengendara motor kena hantam.

“Satu Khoirul meninggal dunia di lokasi kejadian. Jamaludin sopir bus luka ringan dibawa ke RSUD dr Moh. Saleh,” jelas AKP Tavip. (gus/iwy)


Bagikan Artikel