Lain-lain

Ibu Pembuang Bayi di Hutan Bermi, Ditangkap Polisi


KRAKSAAN – Teka-teki kasus pembuangan bayi perempuan di hutan Desa Bremi, Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo, terkuak. Orang yang tega membuang bayi malang itu ternyata ibu kandungnya sendiri, yaitu NA (20), warga Krucil.

Pelaku NA telah diamankan di Polres Probolinggo pada Jumat (27/11) lalu. Sedangkan si bayi telah diadopsi oleh pasangan suami istri (pasutri) Andri Budianto (33) dan Suna Aprisilia (29) warga Dusun Langgar RT 11 – RW 05 Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil. Pasutri ini berprofesi sebagai perawat.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan, pelaku sudah mengakui anak tersebut merupakan darah dagingnya sendiri. Bayi itu dilahirkan tanpa pengetahuan siapapun sekitar pukul 05.00.

“Si pelaku ini menyembunyikan kelahiran bayi tersebut dan meninggalkannya di lokasi di mana akhirnya bayi itu ditemukan pencari kayu. Alasannya karena takut ketahuan kalau melahirkan,” kata AKP Rizki saat ditemui di markas Polres Probolinggo, Senin (7/12).

Pihak kepolisian tidak mengungkap apakah bayi itu hasil hubungan gelap atau kasus asusila. Yang jelas menurut AKP Rizki, pelaku tak kuat menahan malu jika sampai diketahui melahirkan oleh tetangganya.

Akibat ulahnya, pelaku bisa dijerat dengan UU 35 / 2014 tentang Perlindungan Anak, yaitu pasal 77. Pasal itu menyatakan bahwa “setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76A dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.”

“Kalau menyebabkan si anak luka berat pelaku bisa dijerat pasal 305 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun 6 bulan. Kalau menyebabkan si anak meninggal dunia, dijerat pasal 306 ayat 2 KUHP dengan ancaman 9 tahunpenjara,” jelas AKP Rizki.

Diberitakan sebelumnya, pada Senin (19/10) lalu warga Desa Bremi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo digegerkan penemuan bayi jenis kelamin perempuan di tengah hutan desa setempat. Usai ditemukan, bayi itu dibawa ke Puskesmas terdekat.

Bayi perempuan dengan berat 3 kg dan panjang 51 centimeter itu ditemukan oleh Mustakim (19), warga setempat sekitar pukul 8.00 pagi. Saat itu, Mustakim sedang mencari kayu bakar. Tetapi ia malah mendengar tangisan bayi. (yek/iwy)


Bagikan Artikel