Lain-lain

Khawatir Banjir, Tunda Masa Tanam Bawang


PROBOLINGGO – Musim penghujan yang kini tengah berlangsung membuat sebagian para petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo memilih untuk menunda masa tanamnya. Hal itu dilakukan lantaran mereka tak ingin bertaruh dengan potensi banjir yang dapat merendam lahan mereka.

Sugeng (55) salah seorang petani bawang merah di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending mengaku sengaja tak menanam bawang di penghujung tahun ini. Lantaran khawatir tanaman bawang miliknya yang berdekatan dengan aliran sungai akan terendam banjir kiriman dari daerah atas.

“Tahun lalu lahan ini sudah sempat direndam banjir, karena kerugiannya yang tak sedikit. Saya tak berani lagi untuk berjudi dengan menanam bawang di musim seperti ini. Resikonya terlalu besar,” ujarnya, Senin (30/11) kemarin.

Lebih lanjut, Sugeng mengatakan dengan berkurangnya petani yang menanam bawang. Harga bibit bawang merah pun perlahan turun hingga berada dikisaran harga Rp 30 ribu per kilogramnya. Sedangkan itu harga bawang merah sayur di pasaran pun bertahap naik hingga dikisaran harga Rp 25 ribu per kilogramnya. “Itu sudah hukum pasar, kondisi ini akan terus berlangsung hingga masa libur Natal dan Tahun baru, puncaknya di situ,” katanya.

Sementara itu Husein salah seorang pedagang bawang di sentra pasar bawang Dringu menyebut bahwa saat ini stok bawang masih relatif aman. Terlebih dengan adanya pasokan bawang dari luar daerah meskipun jumlahnya tak banyak.

“Biasanya sengaja disimpan, baru nanti di akhir tahun bawang itu dilepas dengan harga tinggi. Kalau saat ini memang para pedagang berebut dapat bawang merah langsung dari petani, tapi petani saat ini memang sedikit yang tanam bawang karena resiko banjir itu,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel