Lain-lain

Terapi Plasma Percepat Kesembuhan Pasien Covid-19


PROBOLINGGO – Meskipun belum ada vaksinnya, namun ada langkah maju dalam perawatan pasien terpapar Covid-19. Di Kabupaten Probolinggo, percepatan penyembuhan pasien Covid-19 dilakukan dengan terapi plasma konvalesen.

Untuk mempercepat penanganan kesembuhan pasien Covid-19, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai penerapan metode terapi plasma konvalesen. Plasma itu didapat pasien Covid-19 yang sudah sembuh minimal 14 hari.

“Donor plasma konvalesen ini bisa membantu mempercepat proses kesembuhan Covid-19. Darah merah diambil untuk didonorkan. Nanti dari PMI, darah itu akan diproses sehingga akan diambil plasmanya saja,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Dyah Kuncarawati, Minggu (29/11).

Menurut dokter Dyah, darah yang diambil itu berasal dari pendonor yang sudah sembuh dari sakit Covid-19. Sebab darah mantan pasien covid memiliki antibodi. Darah itu yang didonorkan dan diproses oleh PMI menjadi plasma. Nantinya plasma itu dimasukkan kepada orang-orang yang sedang sakit Covid-19.

“Jadi, kita memberi pengobatan secara pasif untuk memasukkan antibodi dari orang yang sudah sembuh dari Covid-19 kepada orang-orang yang masih sakit Covid-19,” jelasnya.

Namun, kata dokter Dyah, tidak semua orang bisa melakukan donor plasma konvalesen. Karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya pendonor berusia 18-60 tahun, pendonor plasma konvalesen ini laki-laki atau perempuan tapi belum pernah melahirkan, berat badannya minimal 55 kg.

“Kemudian tidak ada penyakit komorbid, seperti kanker, hipertensi, kencing manis dan gagal ginjal. Selanjutnya sudah sembuh dari Covid-19 dengan hasil PCR negatif dan sudah bebas gejala 14 hari setelah sembuh,” tegasnya.

Sedangkan untuk penerima donornya, jelas dokter Dyah, adalah pasien-pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat. Untuk gejala sedang itu seperti panas, hidung tersumbat, diare dan hilang penciuman serta ada infeksi paru-paru atau pneumonia.

Selain itu, pasien-pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat, yaitu gagal napas, jadi tidak hanya sesak tapi napasnya juga sudah mengalami kesulitan. Ini bisa menerima terapi plasma konvalesen untuk penyembuhan penyakitnya. Jadi yang bisa menerima adalah pasien-pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat. “Terapi plasma konvalesen ini sudah diuji klinis di RSPAD Gatot Subroto dengan tingkat keberhasilannya sudah sekitar 70 persen,” ungkapnya.

Dengan adanya terapi plasma konvalesen ini, Dyah mengharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Probolinggo menurunkan Case Fatality Rate (CFR) angka kematian dari 5,73 persen menjadi 2 persen maksimal. Jadi tidak ada lagi setiap hari meninggal dunia. “Mudah-mudahan dengan ikhtiar kita ini Allah SWT mengijabah dan angka kematian dan angka prevalensi semakin berkurang,” harapnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel