Lain-lain

Lelang Proyek Ada Sanggahan, Jembatan Kedungasem Belum Dibongkar


WONOASIH – Pembangunan Jembatan Kedungasem di Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ternyata sampai saat ini belum dibongkar dan digarap. Salah satunya karena tender lelang proyek ada sanggahan.

Padahal sebelumnya, jembatan itu direncanakan pertengahan November 2020 sudah mulai perjanjian kontrak pengerjaan. Namun sayang, akibat adanya sanggahan dalam proses lelang tender proyek tersebut, hingga kemarin pengerjaan pembangunan jembatan belum dimulai. Pasalnya, saat ini baru penetapan pemenang setelah proses sanggahan lelang tuntas.

Dari pantauan Koran Pantura, hingga kemarin belum ada aktivitas sama sekali terkait rencana pengerjaan jembatan tersebut. Kendaraan roda empat yang melintasi jembatan tersebut tetap menggunakan sistem bergantian. Sedangkan tonase kendaraan yang diperbolehkan melintas maksimal 8 ton. Sehingga tidak tampak ada kendaraan besar bus maupun truk yang melintasi jembatan tersebut.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) jalan nasional wilayah Probolinggo Pasuruan Gempol Rudi Napitupulu saat dikonfirmasi mengatakan, jembatan belum mulai dikerjakan pembangunannya karena proses lelang tender proyek baru selesai. Informasi dari bagian pengadaan lelang saat ini baru misalkan tahap penetapan pemenang lelang.

“Awalnya memang begitu. Tapi masih ada sanggahan. Sehingga masih harus menyelesaikan waktu masa sanggah dan jawabannya,” katanya.

Rudi menjelaskan, setelah proses penetapan pemenang lelang tender proyek jembatan tersebut selanjutnya tinggal menunggu proses kontrak pengerjaan. Diperkirakan Desember sudah mulai menyentuh pengerjaan jembatan tersebut. Tentunya saat mulai mengerjakan pembangunan jembatan tersebut, pihaknya harus membongkar jembatan Bailey (daurat) tersebut lebih dulu.

“Selama proses pembangunan jembatan tersebut, maka akses jalan tersebut harus ditutup total nantinya jembatan tersebut dibangun sepanjang 25 meter dan lebar 14 full dengan trotoarnnya,” terangnya.

Diketahui, pada Sabtu (2/5) lalu pilar bagian tengah Jembatan Kedungasem ambrol. Pilar itu berada di sisi barat jembatan, sedangkan pilar tengah sisi timur tidak ambrol, namun retak. Jembatan ini dibangun pada 1978 atau telah berusia 42 tahun. Jembatan yang memiliki panjang 18 meter ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan jalan menuju Lumajang dan Jember.

Akhirnya, dibangunlah jembatan bailey atau jembatan darurat sepanjang 30 meter dan lebar 7 meter. Jembatan yang hanya bisa menahan beban maksimal 5 ton itu mulai diujicobakan sejak 12 Mei 2020. (rul/awi)


Bagikan Artikel