Lain-lain

Gara-Gara Kepiting, Tanggul Jebol

KRAKSAAN – Pada musim kemarau tahun 2018, petambak garam di Kabupaten Probolinggo sudah meninggikan tanggul dan pintu air lahan tambak garam. Tujuannya, agar bisa mengontrol air laut yang masuk ke ulir filter hingga ke meja kristalisasi garam. Belakangan ini, tanggul tambak itu jebol. Usut punya usut, salah satu penyebabnya adalah kepiting.

Suparyono, petambak garam asal Desa Kalibuntu mengungkapkan, pada akhir pekan lalu terjadi air laut pasang. Itu terjadi di sejumlah wilayah pertambakan Kraksaan. “Kalibuntu sampai Kebonagung kena dampaknya. Pintu air tambak saya malah jebol,” tutur Suparyono, Rabu (9/1).

Meski tanggul itu sudah ditinggikan, namun tetap saja tergerus air. Salah satu penyebabnya adalah gerusan kepiting di bagian dangkal saluran air menuju tambak.

“Masalahnya dari dulu memang itu. Kami gak bisa pantau karena berada di bagian dangkal. Digerus sebulan saja bagian bawah, ketinggian tanggul lama-lama turun karena ambles. Kalau sudah amblas, waktu air laut pasang, ya jebol,” urainya.

Salah satu contoh kasusnya terjadi pada akhir pekan lalu. Pintu air tambaknya jebol pada malam hari. Padahal, sore harinya ia telah selesai panen garam dan menghasilkan 248 karung dari 3 petak lahan. “Dari jumlah itu, 20 karung garam habis tergerus air. Ya kira-kira 1,5 ton sampai 2 ton,” ujarnya.

Pihaknya sudah berusaha menanggulangi masalah serangan kepiting pada bagian bawah tanggul. Salah satunya dengan menempatkan daun pisang kering atau jaring di dasar saluran air.

“Tujuannya biar kaki-kaki kepiting itu nyangkut. Walaupun itu tidak bisa menghentikan, hanya menghambat saja. Karena mereka menggali tanah itu untuk dijadikan rumah,” tuturnya. (awi/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan