Lain-lain

Longsor Intai 12 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo


PROBOLINGGO – Bencana alam berupa tanah longsor mengancam 12 dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Hal ini mengacu pada potensi terjadinya pergeseran tanah mulai level menengah hingga tinggi yang sewaktu-waktu dapat terjadi utamanya pada musim  hujan ini.

Kecamatan yang rawan bencana longsor itu terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, berpotensi mengalami bencana gerakan tanah level menengah, meliputi Kecamatan Bantaran, Banyuanyar, Krejengan, Maron dan Sumberasih.

Kelompok kedua, kecamatan yang berpotensi terjadi bencana gerakan tanah level menengah hingga tinggi, meliputi Kecamatan Besuk, Gading, Krucil, Lumbang, Pakuniran, Sukapura dan Tongas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, kontur tanah di kabupaten tidak sepenuhnya stabil. Sehingga potensi terjadinya pergeseran tanah utamanya di kawasan pegunungan dapat terjadi kapan pun. Terlebih dengan terus meningkatnya intensitas hujan yang dapat memperbesar potensi terjadinya longsor.

“Selain longsor, pergeseran tanah ini juga dapat memicu terjadinya banjir bandang. Karena itu, masyarakat yang berdomisili dikawasan yang berdekatan langsung dengan tebing perbukitan, hendaknya lebih mawas diri dan selalu waspada ketika hujan deras turun,” ungkap Anggit, Senin (9/11).

Meski demikian, menurut Anggit, belum ada informasi tentang titik atau lokasi pasti di mana gerakan tanah rawan terjadi di  kecamatan-kecamatan yang dimaksud. Karena itu sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan menyampaikan informasi tersebut ke wilayah kecamatan yang masuk dalam peta kerawanan.

“Akan kami teruskan informasi daerah berpotensi terjadi pergeseran tanah ini. Kawasan mana saja yang berpotensi longsor akan kami minta waspada,” ujarnya.

Ditambahkan Anggit, masyarakat sendiri lebih mengetahui lingkungan di sekitar mereka. Namun, pemahaman tentang kebencanaan terus diberikan pada masyarakat. “Keberadaan desa tangguh bencana merupakan program rintisan kami, agar warga memahami potensi kebencanaan yang ada di sekitarnya. Dengan demikian, resiko dari bencana itu bisa diminimalisir,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel