Lain-lain

Goreng Pisang, Rumah di Pakuniran Ludes Terbakar


PAKUNIRAN – Kobaran api melalap rumah pasangan suami istri (Pasutri) Muhammad Aini (32) dan Siti Romlah (27) warga Desa Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran pada Kamis (5/11). Kebakaran itu disebabkan dari aktifitas menggoreng pisang yang ditinggal. Beruntung nihil korban jiwa dalam kejadian itu.

Informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00. Mulanya, Siti Romlah tengah menggoreng pisang di dapurnya seorang diri. Karena ada kebutuhan bumbu yang perlu dibelinya. Lantas ia meninggalkan masakannya dalam kondisi kompor menyala.

Tak lama kemudian, dapurnya mengeluarkan asap gosong menyengat hingga keluar dari atap. Belum sempat dipadamkan, si jago merah itu rupanya dengan cepat menggila. Dapur Siti Romlah telah dikuasai kobaran api.

Saat itu cuaca tengah terik. Api pun dengan ganas melahap dapur dan menjalar ke tubuh rumahnya. Warga sekitar pun mulai panik. Mereka berupaya mencari air untuk memadamkan kobaran api itu.

Sekitar 2 jam api berhasil ditaklukkan warga. Namun, rumah dan dapur pasutri itu sudah dalam keadaan gosong. “Saat menggoreng pisang itulah, korban pergi dan membiarkan kondisi kompor gas dalam keadaan menyala. Penyebabnya karena lupa saja saat ditinggal keluar,” kata Kanit Reskrim Polsek Pakuniran Aipda Dadang Priyanto.

Dari situlah, lanjut Dadang, karena ditinggal lumayan lama membuat gorengannya hangus. Kebetulan, posisi kompor berdekatan dengan dinding dapur milik korban yang terbuat dari anyaman bambu.

“Karena lama dibiarkan kompor menyala, masakan hangus, api menjalar ke dinding dapur lalu terbakar. Melihat cuaca sekarang angin, sehingga api menjalar dan ikut merambat ke rumah korban,” ungkap Dadang.

Beruntungnya, sambung Dadang, api yang sudah menjalar ke rumah korban sempat diketahui oleh tetangganya lalu mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. “Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material mencapai Rp 15 juta,” tutup mantan Kanitreskrim Polsek Maron itu. (yek/awi)


Bagikan Artikel