Lain-lain

Motor Pertama di Indonesia, Ada di Probolinggo


PROBOLINGGO – Tidak banyak masyarakat yang tahu jika sepeda motor pertama di Indonesia dimiliki seorang warga asing yang tinggal di wilayah Kota Probolinggo, Jawa Timur. Bagaimanapun, sejarah sepeda motor tak bisa lepas dari Probolinggo. Dari titik inilah perjalanan panjang sepeda motor dimulai.

John C. Potter diklaim sebagai orang pertama yang memiliki sepeda motor di Indonesia. Pria berkebangsaan Inggris tersebut tinggal di Kota Probolinggo. Ia bekerja sebagai masinis di Pabrik Gula Oemboel (baca Umbul) di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Klaim itu tertera dalam buku Krèta Sètan (De Duivelswagen), Autopioniers van Insulinde, F.F Habnit, moesson reeks, 1977, yang dirangkum James Luhulima di buku Sejarah Mobil & Kisah Kehadiran Mobil di Negeri ini, Penerbit Buku Kompas, 2012.

Dalam buku itu, dikisahkan John C. Potter memesan sendiri sepeda motor tersebut dari pabriknya langsung, yaknk Hildebrand und Wolfműller di Muenchen, Jerman. Sepeda motor pesanan Potter masuk ke Inonesia 1893, satu tahun sebelum mobil pertama di Indonesia. Kala itu Indonesia masih bernama Hindia Timur (Oost Indie).

Motor milik John C. Potter tersebut diciptakan dan dibuat oleh Gotllin Daimler, warga Jerman pada tahun 1885. Sepeda motor yang diproduksi pertama kali oleh pabrik Hildebrand und Wolfműller di Muenchen, Jerman tersebut dijalankan dengan mesin bertenaga uap (The Steam Motorcycle). Adapun kecepatannya maksimal 30 kilometer per jam.

Sepeda motor tersebut dipajang di Museum Probolinggo yang kini sudah berganti nama Museum Rasulullah. Hanya saja bukan aslinya, tetapi replikanya. Yang asli tersimpan dan dipajang di Museum Mpu Tantular di Kota Surabaya.

Upaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo untuk menempatkan motor itu di Museum Rasulullah, tak berhasil. Sebab motor itu sudah menjadi koleksi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Muhammad Maskur, mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim dan pengelola museum Mpu Tantular. Pihaknya berupaya nendapatkan motor yang berada di museum Mpu Tantular itu.

“Kami sudah berkoordinasi. Tapi kami gagal membawa motor itu,” ujar Maskur, Kamis (5/11) pagi.

Alasannya, Pemprov khawatir, barang bersejarah yang dipajang di museum Mpu Tantular semakin berkurang, bahkan bisa habis. Mengingat, hampir seluruh koleksi di museum yang dimaksud diklaim sebagai milik pemerintah daerah tingkat kota/kabupaten.

“Pemprov khawatir koleksi di museum tinggal sedikit kalau diserahkan ke pemerintah daerah,” terang Masykur.

Karena alasan itu pula, Maskur juga tidak memaksa. Kini, motor yang dipajang di Museum Probolinggo tetap replikanya. Replika sepeda motor pertama di Indonesia tersebut ada di luar museum, tepatnya di beranda atau teras. Sepeda motor yang dicat serba hitam tersebut, dipajang diantara becak dan sepeda angin kuno. (gus/eem)


Bagikan Artikel