Lain-lain

Ada Potensi Banjir di Empat Kecamatan


PROBOLINGGO – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo siaga. Pasalnya ada potensi banjir di 4 kecamatan di wilayahnya. Yakni Kecamatan Pakuniran, Dringu, Tongas, dan Sumberasih.

Personel Pusat Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) pada BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana mengatakan, berdasarkan data kejadian, ada empat wilayah yang diwaspadai saat hujan deras dengan jangka waktu lama.

“Empat kecamatan itu berpotensi terdampak banjir dan genangan karena kondisinya geografisnya yang berada di dataran rendah dan berdekatan dengan daerah aliran sungai yang padat pemukiman,” terangnya, Selasa (3/11).

Hal itu membuat luapan air sungai dan genangan air hujan dapat terjadi sewaktu-waktu. Utamanya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi yang disertai dengan buruknya sistem drainase. “Banjir dan genangan biasanya akan surut kurang dari 24 jam. Banjir yang terjadi juga tidak berarus dan sifatnya tidak merusak,” kata Silvia.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengeloaan Jalan dan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Ria Lutvi Diarini mengatakan, pihaknya terus memantau ketinggian debit air di sejumlah pintu air.

Salah satu pintu air yang mendapat perhatian ekstra yakni pintu irigasi primer sungai Pekalen Kecamatan Maron. Ria mengatakan, pintu air tersebut merupakan pintu air utama yang mengatur aliran air irigasi di 5 kecamatan. “Air yang terkumpul di Dam 8 menjadi rujukan sekaligus mitigasi risiko banjir yang dapat terjadi di dataran rendah,” ungkapnya.

Saat hujan deras dan pintu air naik, petugas pintu air akan segera berkoordinasi dengan sejumlah petugas yang menjaga dam atau pintu air di hilir. Tujuanya, mengantisipasi datangnya air kiriman dari dataran tinggi yang berasal dari Kecamatan Tiris dan Krucil. Sehingga, air tidak meluap ke permukiman.

“Jika cuaca mendung terlihat di daerah hulu sungai, maka petugas akan bergegas menuju pintu air dan berjaga. Ketika debit air naik dengan cepat, maka akan dilakukan pengaturan debit air dengan cara membuka sebagian pintu air dan saluran pembuangannya sesuai dengan kebutuhan,” terang Ria. (tm/eem)


Bagikan Artikel