Lain-lain

Mas Zulmi dan Ansor Kraksaan Gowes Pakai Sarung


PROBOLINGGO – Kegiatan mengayuh sepeda atau yang kerap disebut gowes kini makin sering dilakukan oleh berbagai kalangan di Kabupaten Probolinggo. Bahkan aktivitas berolahraga itu dikemas sebagai acara hiburan nan unik. Yang mengayuh wajib mengenakan sarung. Ada hadiahnya pula.

Konsep kegiatan seperti itulah yang digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Kraksaan, Minggu (25/10). Pesertanya yang mencapai ribuan orang gowes dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan.

Bersama-sama, mereka menempuh rute sejauh 16,5 kilometer. Di sepanjang rute, ada 3 lokasi peristirahatan. Di setiap lokasi tersebut, peserta membagikan bantuan kepada anak yatim dan janda lansia.

Para peserta melewati Desa Temenggungan dan Patemon di Kecamatan Krejengan. Selanjutnya peserta melewati jalan desa Selogudig Wetan, Ketompen, Karangbong, dan Pajarakan Kulon di Kecamatan Pajarakan.

Lalu berbelok ke arah timur melewati Desa Rondokuning dan Kregenan di wilayah Kota Kraksaan. Baru setelah itu peserta kembali ke titik finish di Pesantren Miftahul Ulum yang diasuh oleh KH. Abdul Wasik Hannan. Di pesantren itu, peserta mengikuti pengundian hadiah.

Mas Zulmi menyerahkan bantuan sembako kepada seorang janda lansia di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. (Koran Pantura/Abdur Rohim Mawardi)

Mas Zulmi menyerahkan bantuan sembako kepada seorang janda lansia di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. (Koran Pantura/Abdur Rohim Mawardi)

 “Kegiatan ini kami namakan gowber, gowes bersarung. Ini merupakan rangkaian peringatan Hari Santri 2020 pada 22 Oktober kemarin. Kami mengundang segenap elemen masyarakat untuk bergabung di acara ini. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan,” terang Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Taufik.

Tidak sedikit tokoh agama dan masyarakat yang menjadi peserta gowes. Di antaranya H. Zulmi Noor Hasani dan Gus Nuriz Zamzami. Keduanya tercatat sebagai penasihat PC GP Ansor Kota Kraksaan. Ada juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Achmad Sruji Bachtiar. Selain itu, banyak tokoh lain yang turut memeriahkan gowber.

Zulmi Noor Hasani mengapresiasi kegiatan gowes yang dikemas dengan unik tersebut. Menurutnya, gowes kini menjadi olahraga yang digandrungi masyarakat. Selain menyehatkan, gowes juga dinilai merupakan hiburan karena pengayuhnya bisa menikmati pemandangan di jalur yang dilewati.

“Tapi yang perlu diperhatikan, bersepeda itu jangan hanya asal kayuh saja. Kondisi fisik harus prima. Pemanasan dulu agar tidak kaget ketika bersepeda. Sepedanya juga harus prima. Kondisi bannya, baut-baut, sebaiknya dicek dulu,” imbau Mas Zulmi, sapaan karibnya.

Lebih jauh ia juga meminta pengayuh sepeda untuk berhati-hati selama gowes. Baik ketika sendirian maupun bersama kelompok. “Berkendara di jalan ada aturannya. Baik gowes di jalan desa maupun jalan raya, harus benar-benar hati-hati dan patuhi aturan lalu lintas,” imbau putra dari H. Hasan Aminuddin ini. (awi/eem)


Bagikan Artikel