Lain-lain

Miris, Jalan Kabupaten Rusak 14 Tahun


TONGAS – Jalan kabupaten sudah selayaknya dibangun secara layak untuk menunjang akses ekonomi warga. Namun jalan kabupaten penghubung kecamatan Tongas dengan kecamatan Lumbang tepatnya di perbatasan Desa Sumberejo dan Purut kondisinya dibiarkan rusak selama hampir 14 tahun tanpa tersentuh perbaikan.

Kepala Desa Sumberejo Armo Eko Purwanto mengatakan, rusaknya kondisi jalan kabupaten yang membelah desanya itu sudah sangat parah dan selalu dikeluhkan. Baik oleh warga Desa Sumberejo dan warga luar desa yang melintasi  ruas jalan tersebut.

“Dengan jumlah penduduk mencapai dua ribu jiwa, tentunya kerusakan jalan kabupaten tersebut sudah sangat dikeluhkan oleh warga. Sampai-sampai warga enggan menyebutnya sebagai jalan raya kabupaten. Karena memang sangat tidak layak disebut,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa semenjak tahun 2002 dirinya pertama kali menjabat sebagai kepala desa, baru satu kali ruas jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer itu mendapat perbaikan dari Pemkab Probolinggo. Itu pun terjadi pada tahun 2006.

Selanjutnya hingga tahun 2020 ini tak pernah tersentuh perbaikan lagi. Alhasil kondisi jalan berbatu dan berdebu sudah menjadi pemandangan yang jamak diruas jalan tersebut, bahkan untuk dilintasi mobil pun rasanya tidak akan nyaman.

“Beberapa kali sudah sempat saya sampaikan dan ajukan untuk meminta perbaikan di ruas jalan tersebut. Namun tak pernah mendapat respon yang semestinya. Bahkan hingga masa jabatan ketiga saya sebagai kades, aspirasi warga tersebut tak kunjung terealisasi,” jelasnya.

Disebutkan Kades Armo, dirinya sampai malu kepada warganya lantaran tak kunjung berhasil memperjuangkan aspirasi warganya itu. Namun ia tak patah arang. Hingga saat ini pun  dia terus berupaya melobi baik kepada anggota DPRD dari dapil setempat hingga langsung mengajukan usulan kepada dinas terkait di Pemkab Probolinggo.

“Saya terus terang sangat ingin di penghujung masa kepemimpinan saya, akses jalan tersebut dapat diperbaiki selayaknya ruas jalan aspal lainnya. Andaikan boleh memakai dana desa, pasti hal itu sudah saya lakukan sejak beberapa tahun yang lalu untuk memperbaikinya,” sebutnya.

Sementara itu, Romli (34), seorang warga Desa Purut Kecamatan Lumbang saat ditemui ketika melintasi ruas jalan tersebut mengatakan rutin pulang dan pergi ke tempat kerjanya di kecamatan Tongas lewat jalan itu.

“Sejak saya bujang sampai sekarang punya anak dua, kondisi jalan itu dibiarkan terus seperti itu. Ini masih mending tidak musim hujan. Kalau sudah masuk musim hujan, jalan ini sangat licin dan becek, tak pantas bahkan untuk disebut sebagai jalan kabupaten,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel