Lain-lain

Warga Probolinggo Ini Temukan Sumber Gas di Turki


PROBOLINGGO – Seorang warga asal Kota Probolinggo sedang jadi perbincangan hangat berkat prestasinya di luar negeri. Dia adalah Ravi Mudi Atmoko. Ravi turut berjasa menemukan sumber gas lepas pantai di wilayah Negara Turki.   

Nama lengkapnya Ravi Mudi Atmoko. Usianya menginjak 42 tahun. Warga Kota Probolinggo ini turut menorehkan jasa menemukan sumber gas lepas pantai di wilayah negara Turki bersama 7 rekan kerja lainnya.

Kediaman asli Ravi di Jalan Patimura RT 4 – RW 7 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probpolinggo. Saat ditemui Kamis (1/10) sore, Ravi tampak sedang santai.

Di Turki, Ravi menjadi salah satu penemu sumber gas bumi. Dari 7 teman kerjanya,  seluruhnya berkewarganegaraan Indonesia. Satu orang dari Solo, 2 orang dari Bandung, 1 dari Jakarta, 3 orang asal Balikpapan.

Ravi bekerja di perusahaan minyak lepas pantai PT Turki Petrolio (Pertaminanya Turki) setahun lalu. “Sebenarnya bukan penemu. Kami mendapat tugas mencari titik sumber gas yang sudah ditemukan 1 bulan sebelumnya. Bukan hanya saya yang ditugasi. Tapi 8 orang dengan saya dan semuanya warga Indonesia,” aku Ravi.

Diceritakan, Agustus lalu ia bersama 7 rekan kerjanya ditugasi mencari titik sumber gas alam di lepas pantai laut hitam. Koordinat yang akan dituju sudah diketahui sebelumnya oleh kapal pencari atau pendeteksi minyak atau gas alam dan sudah diberi tanda.

Kapal pendeteksi tersebut bertugas selama 1,5 bulan untuk mencari minyak dan gas di lepas pantai. Setelah ditemukan, kapal yang dimaksud balik ke daratan (perusahaan). Selang beberapa hari kemudian tim bagian data ditugasi mencari titik tersebut. “Setelah kami temukan tandanya, lalu bagian pengeboran bekerja. Kami bagian data,” ujarnya.

Atas temuan tersebut, Ravi sempat viral dan diperbincangkan diberbagai media sosial. Bahkan sempat didengar oleh Pemkot Probolinggo. Dan saat pulang seminggu yang lalu, pria beranak dua ini dipanggil Walikota Hadi Zainal Abidin. “Kemarin saya dipanggil Pak Wali. Ya, saya cerita apa adanya,” katanya.

Saat ditanya kapan akan balik ke tempat kerjanya di Kota Istanbul, Turki, Ravi menyebut biasanya setelah 1 bulan tinggal di rumahnya. Ia meninggalkan istri dan 2 anaknya tidak terlalu lama. “Satu bulan kerja, satu bulan di rumah. Kecuali ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, kami tidak dapat izin pulang,” tambahnya.

Disinggung suka duka kerja di Eropa Timur, anak pertama dari tiga bersaudara ini menyebut situasi tidak selalu kumpul dengan keluarga. Selain itu, di Turki saat ini musim dingin. Suhunya 8 derajat Celsius. “Di tengah laut dingin sekali. Kemarin suhunya 8 derajat,” sambungnya.

Sebenarnya profesi yang dilakoni saat ini agak menyimpang dari ilmu yang didapat dari pendidikannya. Ravi mengaku lulusan Politeknik Unair Surabaya jurusan elektro. Lulus kuliah, ia bekerja di perusahaan minyak Schlumberger di Jakarta selama 8 tahun.

Setelah itu ia pindah ke perusahaan minyak Amerika Weatherford yang berkantor Cabang di Bandung selama 7 tahun. Kemudian pindah kerja lagi ke PT Turki Petrolio sampai saat ini. Ia baru bekerja selama setahun di PT Turki Petrolio.

Sebelumnya Ravi juga pernah bekerja di perusahaan pengeboran minyak di Natuna. Ditambahkan, ketersediaan gas yang ditemukan di laut lepas Turki itu volumenya 320 miliar meter kubik. “Kedalamannya 3 ribu meter,” tuturnya.  (iwy)


Bagikan Artikel