Lain-lain

Toko Kelontong Terbakar, Barang Dagangan Hangus


PROBOLINGGO – Toko kelontong Sinar Niaga yang menjual aneka kebutuhan di Pasar Baru, Kota Probolinggo terbakar. Tidak ada korban dalam peristiwa yang terjadi, Selasa (29/9) sekitar pukul 22.40 tersebut. Meski begitu, seluruh isi toko hangus dilalap kobaran api.

Api sempat menjalar ke toko sebelah, namun bisa dipadamkan petugas Pemadam kebakaran (damkar). Petugas kesulitan memadamkan kobaran api karena akses jalan ke lokasi kebakaran tertutup. Petugas terpaksa naik ke atap toko sebelah untuk menghentikan amukan sijago merah.

Sejauh ini belum diketahui pasti penyebabnya, namun dugaan sementara karena konsleting listrik. Petugas damkar, Polisi, BPBD sempat menyelamatkan 4 warga yang saat kebakaran berada di dalam toko sebelah. Mereka tidak tahu kalau toko di sebelah utaranya terbakar.

Dua pemilik toko yang lain itu mengaku sempat melihat kebakaran dari lantai dua rukonya. Mereka keluar setelah pintu harmonika tokonya digedor petugas. “Baru setelah itu kami tahu kalau ada kebakaran. Saya lihat dulu, baru keluar,” ungkap pria tersebut.

Informasi di lokasi menyebut, toko Sinar Niaga di jalan Tjut Nya’ Dhien diketahui terbakar setelah warga dan pengendara jalan melihat kobaran api di atap toko. Sugeng, salah seorang pengendara yang melintas mengaku tidak tahu pasti awal mula kejadiannya.

“Saya lihat asap dan kobaran api di atap toko itu. Kalau penyebabnya, saya tidak tahu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Agus Effendi juga mengaku belum tahu penyebabnya. Namun menurutnya, toko terbakar diduga karena arus pendek atau konsleting listrik.

“Sepertinya tidak ada korban. Hanya barang dagangan yang ludes. Soal kerugian, kami belum tahu,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada lima unit kendaraan pemadam kebakaran yang diterjunkan. Satu unit milik Pemkab Probolinggo, tiga unit milik Pemkot, dan satu unit mobil tangki penyiraman milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo.

“Kami juga dibantu hydrant milik PDAM yang lokasinya tidak jauh dari kebakaran. Jadi, damkar tidak perlu ngambil air keluar,” kata Agus. (gus/eem)


Bagikan Artikel