Lain-lain

DAMRI Wisata Bromo Sepi


SUKAPURA – Angkutan DAMRI jurusan stasiun Gubeng, Surabaya – Sukapura, Probolinggo sepi peminat. Alasannya karena dunia wisata di kawasan Gunung Bromo belum sepenuhnya normal. Dari pantauan Koran Pantura, setiap harinya ada tiga mini bus DAMRI dengan rute stasiun Gubeng – Sukapura atau sebaliknya.

Hanya saja, meski tidak ada penumpang yang diangkut dari Surabaya, minibus itu tetap jalan sesuai dengan rute. “Namanya tugas mas. Jadi kami jalani saja program yang sudah direncanakan,” kata salah satu petugas yang biasa berada di rest area Sukapura ini.

Sementara itu, salah satu penyedia jasa di kawasan Gunung Bromo, Prapto mengatakan sejauh ini program yang diujicoba itu sebenarnya sudah bagus. “Sudah bagus, tapi memang karena wisatanya gak normal jadi belum ada penumpang. Meski kosong tetap sesuai jalur dan rute yang ditentukan,” katanya.

Hal itu bukannya tanpa alasan, salah satunya karena program dengan rute baru itu baru dijalankan pada tahun ini. “Semoga ke depan tambah rame, karena ini murah banget untuk wisatawan yang akan ke Gunung Bromo,” katanya.

Salah satu penyedia travel asal Kota Probolinggo, Kholik mengaku tak pernah merasa terganggu dengan adanya rute baru ini. “Karena pangsapasarnya berbeda, kemauan tamu juga beda, kecuali memang backpaker baru senang dengan rute ini,” katanya.

Sementara, untuk private atau tamu umum, biasanya lebih memilih dengan menyewa mobil pribadi. “Karena bebas mau kemana, kalau pakai bus DAMRI, wisatawan ya harus siap dengan waktu yang sudah ditentukan sesuai dengan rute dan jadwal,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, ia mengaku masih optimis usaha travel dan jasa sewa mobil tetap berjalan. “Jadi tetap optimis, biarkan kita dukung dengan program pemerintah dalam hal memudahkan akses ke Gunung Bromo. Baik itu dari Pasuruan, Malang dan juga Probolinggo,” tandasnya. (rul/ra)


Bagikan Artikel