Lain-lain

Program AUTP Belum Dapat Peminat


PROBOLINGGO – Hingga September, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo belum menerima adanya pendaftar program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Padahal program ini ditujukan untuk meminimalisir kerugian petani padi jika terjadi bencana.

Kabid Sarana Prasarana Bambang Suprayitno mngatakan sulitnya mengajak masyarakat tani ikut programnya. “Tiap tahun Untuk AUTP ini memang targetnya tidak pernah tercapai. Malah untuk mencapai 50 persen saja sangat susah. Padahal sosialisasi sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu. Dan untuk tahun ini masih belum ada,” katanya, Selasa (8/9).

Ia mengungkapkan, pihaknya menarget luasan lahan pada AUTP tahun ini mencapai 4 ribu hektare, namun hingga saat ini sama sekali masih belum ada pendaftar.

Bambang meyakini, belum adanya pendaftar dalam program tersebut tidak terlepas dari struktur tanah lahan padi Probolinggo yang tergolong bagus. Sehingga petani jarang mengalami gagal panen.

“Jarang ya ada gagal panen, sehingga jarang sekali ada yang merasakan manfaat dari klaim AUTP. Tapi kan AUTP ini penting untuk meminimalisir kerugian saat terjadi gagal panen,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, biaya yang harus dibayar untuk program tersebut terbilang cukup murah. Petani hanya perlu membayar Rp 36 ribu untuk 1 hektare luasan lahan padinya untuk terdaftar dalam program tersebut.

“Seumpama ada yang gagal panen, dan terdaftar mereka bisa klaim. Minimal bisa melakukan tanam kembali dari hasil klaim yang dilakukan. Jadi kalau mereka rugi, ruginya tidak seberapa, kareana ada asuransinya,” ujarnya. (ay/ra)


Bagikan Artikel