Lain-lain

Penyakit Kambuh, Warga Brani Wetan Tewas Tercebur

PAJARAKAN – Nasib nahas menimpa Firman Syahroni (22) asal Desa Brani Wetan Kecamatan Maron. Karyawan PT GSL itu tewas tercebur dalam aliran irigasi di Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan, Jumat (4/1). Penyebabnya, penyakit epilepsi yang diderita kambuh saat mengendarai sepeda motor.

Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu Firman yang berstatus karyawan, hendak keluar dari tempat kerjanya untuk membeli bahan bakar. Ia berangkat seorang diri mengendarai sepeda motor pribadinya dengan nopol N 2543 QR, sambil membawa tong bensin. 

Selang 30 menit berikutnya, Firman tak kunjung kembali ke kantornya. Hal itu dipertanyakan oleh rekan kerjanya. Hingga beberapa menit kemudian, ada seorang warga memberikan kabar duka tersebut, bahwa Firman tewas di sekitar sungai kecil. “Kami langsung menuju lokasi, untuk memastikan,” ungkap Asnawi, salah seorang rekan kerja korban.

Setelah ada kepastian, lanjutnya, Asnawi dan pihak kantor segera meminta pertolongan warga setempat dan mengabari pihak kepolisian. “Kami mengangkat jasadnya sekitar 100 meter dari lokasi kejadian,” ungkapnya saat di lokasi.

Menurutnya, korban memang menderita penyakit epilesi. Penyakit itu bisa kambuh dan menyerang korban sewaktu-waktu. “Kami sudah melarangnya, tapi masih tetap saja teman saya itu berangkat,” paparnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pajarakan Ipda Kurdi menyampaikan, sebelum kejadian itu, diduga korban mengalami laka tunggal lalu tercebur ke sungai. Itu dibuktikan dengan kendaraan yang dikendarainya dan tong BBM ditemukan berada di badan air saluran irigasi itu.

“Setelah nyebur, korban dibawa arus sungai hingga nyangkut ke semak-semak belukar bibir sungai. Korban ini sudah pulang dari beli bensin dan hendak menuju tempat kerjanya,” ungkap polisi asal Desa/Kecamatan Krejengan itu.

Ipda Kurdi kembali menuturkan, dari informasi yang diterima pihaknya, pekerjaan membeli bahan bakar di SPBU Semampir Kraksaan itu, bukan tugas korban. Melain tugas dan kebiasaan Erik, rekan korban. Karena diketahui korban memiliki penyakit epilepsi tersebut. “Tapi korban ngotot untuk membeli bahan bakar dengan membawa tong berisi 30 liter itu,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya belum menemukan bekas pukulan dan sabitan benda tajam pada tubuh korban. Dari riwayatnya, korban memang menderita penyakit epilepsi, dan bisa kambuh kapan saja. “Kami bawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati kraksaan,” imbuhnya. 

Ipda Kurdi menyatakan, pihak keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah bersama. Tidak ada tuntutan pada pihak manapun. “Keluarga korban sudah menerima kejadian itu, dan menolak untuk dilakukan otopsi,” katanya. (yek/ra)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan