Lain-lain

Kabupaten Probolinggo Darurat Kekeringan


PROBOLINGGO – Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari menerbitkan status darurat bencana kekeringan di wilayahnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bahkan telah diijinkan untuk mengajukan dana Tidak terduga (TT) untuk penanganan dampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi menyatakan, pihaknya kini memang tidak memiliki anggaran tambahan dalam Perubahan APBD 2020 untuk penanganan bencana kekeringan. Alhasil dana penanganan bencana kekeringan pun dipastikan nihil sama sekali.

“Kami tidak dapat tambahan anggaran untuk penanganan dampak bencana kekeringan. Namun kami masih terus mencoba untuk mengajukan ke  provinsi,” kata Anggit kepada Koran Pantura, Minggu (23/8).

Dengan penetapan status darurat bencana kekeringan yang dinyatakan oleh Bupati Probolinggo, Anggit menyebut pihaknya akan segera melakukan upaya untuk mengajukan dana TT untuk penanganan dampak kekeringan. Dengan modal dari dana TT itu, diharapkannya BPBD memiliki cukup anggaran untuk mengatasi dampak kekeringan yang terjadi di seluruh wilayah kabupaten Probolinggo.

“Kami optimis jikalau mendapatkan porsi dari dana TT itu, maka kami bisa memanfaatkannya untuk penanganan dampak bencana kekeringan, seperti untuk proses dropping air bersih dan lain-lainnya,” sebutnya.

Anggit menjelaskan, sejauh ini sudah ada dua desa yang telah melaporkan sebagai desa terdampak kekeringan dan mengajukan droping air. Kedua desa tersebut yakni Desa Jurangjero Kecamatan Gading dan Desa Gunung Geni Kecamatan Banyuanyar.

“Pada dasarnya kami terus berupaya untuk mencukupi kebutuhan air bersih di daerah terdampak bencana kekeringan. Semoga kekeringan tahun ini tak parah dan hujan lekas turun,” kata Anggit. (tm/iwy)


Bagikan Artikel