Lain-lain

Aktivitas Vulkanik Bromo Mengalami Peningkatan


SUKAPURA – Aktivitas vulkanik Gunung Bromo di wilayah Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo tengah mengalami peningkatan dua kali lipat. Kendati meningkat, namun statusnya sementara ini masih di level waspada.

Dari data situs resmi Magma Indonesia, tercatat ada peningkatan gempa vulkanik dari Juli lalu hingga saat ini. Karena kondisi itu pula, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo sudah memberikan informasi tersebut kepada sejumlah pihak. Yakni pengelola wisata Gunung Bromo, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), dan sejumlah pihak terkait.

“Tujuannya agar warga sekitar dan Pengunjung tidak mendekati kawah karena adanya potensi letusan freatik yang datang tiba-tiba,” ujar Kepala Pos Pemantauan Gunung Api Bromo Wahyu Adrian Kusuma.

Menurutnya, langkah itu perlu dilakukan karena aktivitas vulkanik Gunung Bromo mengalami peningkatan. “Ya berarti memang ada pergerakan dan aktivitas yang meningkat. Mudah-mudahan aktivitas itu kembali normal dan menurun. Kami telah informasikan kepada sejumlah pihak sebagai upaya antisipasi,” katanya.

Wahyu menerangkan, pada Juli lalu, tercatat ada delapan kali gempa vulkanik. Setelah itu hingga hari ini (20/8) tercatat sudah terjadi 17 gempa vulkanik. “Karena itu pula rekomendasinya ada dua,” ungkapnya.

Rekomendasi pertama, masyarakat umum diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Bromo. Rekomendasi kedua, warga diminta mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. “Karena memang kondisinya seperti itu. Jadi, kami minta agar dipatuhi,” jelasnya.

Sejauh ini, wisata Gunung Bromo masih belum dibuka untuk wisatawan. Untuk melihat keindahan Gunung Bromo, wisatawan bisa menikmatinya dari sunrise point di Dusun Cemorolawang di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura dan Puncak Pundak Lembu atau P30 di Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber. (rul/eem)


Bagikan Artikel