Lain-lain

Hasan Aminuddin Usulkan Program Gizi untuk Santri


PROBOLINGGO – Cukup banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren. Terbaru, ada usulan baru dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Hasan Aminuddin. Ia berharap pemerintah mencanangkan program peningkatan gizi untuk para santri.

Hasan mengatakan, kaum santri juga perlu mendapat asupan gizi yang layak dari pemerintah. Jika disetujui, ia yakin program tersebut akan cukup membantu kegiatan belajar mengajar santri di pesantren. Mereka juga akan lebih bersemangat menuntut ilmu karena semakin merasa diperhatikan oleh pemerintah.

“Sudah banyak unsur masyarakat yang dibantu oleh pemerintah dalam bentuk makanan. Balita, lansia, nelayan, hingga petani serta warga tidak mampu sudah terima bantuan makanan. Santri belum,” kata Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat ini.

Santri kata Hasan, juga merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang perlu diperhatikan pemerintah. Apalagi mereka merupakan pelajar yang akan menjadi penerus perjuangan bangsa. Dengan dasar itulah, Hasan merasa program gizi untuk para santri perlu dicanangkan dan dilaksanakan.

“Membantu gizi santri sama artinya dengan membantu perekonomian santri dan orang tuanya. Mereka makan setiap hari kan dapat uang kiriman orang tua. Kalau pemerintah membantu, berarti mengurangi beban biaya dari orang tua,” terang suami dari Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari ini.

Soal bentuk bantuan yang disalurkan, Hasan menyebut beberapa jenis makanan. Di antaranya beras, ikan, telur, daging, hingga lauk-pauk lainnya. Menurutnya, bntuknya bisa bermacam-macam.

“Yang penting sehat dan menyehatkan. Santri harus didorong untuk semakin cerdas dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Dan sebagian dari asupan itu harus dibantu oleh pemerintah,” tegasnya.

Anggaran untuk program tersebut bisa dialokasikan di segala tingkatan pemerintahan. “Bisa di APBN melalui pos kementerian terkait, juga bisa di APBD provinsi maupun kabupaten/kota,” ungkapnya.

Sebagai percontohan, ia telah meminta Pemkab Probolinggo untuk mengalokasikan anggaran untuk program tersebut. “Coba dianggarkan dulu, lalu lihat sejauh mana efektivitas programnya. Kalau bagus, ini bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah yang lain,” terang mantan Bupati Probolinggo dua periode ini. (eem)


Bagikan Artikel