Lain-lain

Imbau Nelayan Tidak Melaut

PROBOLINGGO – Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Probolinggo  mengimbau nelayan untuk tidak melaut di luar selat Jawa. Sebab, gelombang laut di luar selat Jawa saat ini tingginya mencapai 2 hingga 4 meter. Bahkan KSOP telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) berisi imbauan tersebut sejak 26 Desember 2018.

Dalam SE tersebut, para pemilik kapal, nakhoda dan operator kapal diimbau untuk mempertimbangkan keberangkatannya. Jadi, sifatnya bukan melarang. Kapal nelayan tetap diizinkan melaut, asal tidak di selat Jawa.

Hal tersebut disampaikan Kepala KSOP Probolinggo Eko Winarno, Kamis (3/1) siang di kantornya. Menurutnya, hingga saat ini SE tersebut masih berlaku. Yang masuk imbauan itu adalah kapal berukuran besar dan berbobot di atas 100 GT.

Kepada para nelayan yang tetap melaut, KSOP meminta agar kelengkapan keselamatan seperti life jacket atau pelampung tetap dibawa dan dipakai. Imbauan berikutnya adalah agar kapal nelayan mengurangi jumlah penumpang atau awak kapal.

Imbauan ini berlaku juga untuk kapal penyeberangan Gili Ketapang. Kapal penyeberangan dalam kondisi cuaca aman dan tenang biasanya mengangkut sampai 30 orang penumpang.

Dalam kondisi cuaca seperti ini, lanjut Eko, pihaknya akan menurunkan penumpang di kapal penyeberangan yang sudah overload. “Kalau penumpangnya lebih dari 20 orang, ya kami turunkan,” kata Eko.

Sedangkan bagi kapal nelayan yang hendak mencari ikan di luar selat Jawa, KSOP akan menjelaskan bahayanya. Jika nakhoda atau operator kapal memaksa, pihaknya akan memanggil pemilik kapal. Jika pemilik kapal tetap memaksa, maka KSOP akan mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). “Kami tidak bertanggungjawab kalau ada apa-apa di tengah laut,” ujar Eko.  

Namun, sampai kemarin menurutnya belum ada pemilik kapal yang bersikap seperti itu. Seluruh pemilik kapal patuh dan taat pada imbauan. “Kalau ada pemilik kapal yang memaksa berangkat, ya kami beri penjelasan. Akhirnya, mereka tidak jadi berangkat,” jelas Eko.

Sementara itu, Munip, seorang kru kapal nelayan mengaku belum tahu kalau KSOP mengeluarkan edaran. Tetapi ia membenarkan kalau Selat Jawa arusnya  kuat, sehingga jarang ikan. Tentang gelombang tinggi, warga Mayangan ini juga mengiyakan. Namun menurutnya, tinggi gelombang tidak sampai 1 meter.

Munip kemarin libur melaut. Sebab, saban Kamis sebagian besar nelayan memang libur melaut. Jadi, bukan karena faktor gelombang laut sedang tinggi. “Biasa, kalau malam Jumat, nelayan banyak yang libur. Kami gunakan memperbaiki jaring. Ada yang ngecat kapal dan memperbaiki kerusakan ringan,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan