Lain-lain

Masih Ada 14 Desa di Probolinggo Berpotensi Kekeringan


PROBOLINGGO – Bencana kekeringan membayangi 14 desa di 8 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Hal ini semakin nyata setelah adanya salah satu desa di wilayah kecamatan Gading yang sudah mengajukan bantuan dropping air bersih kepada BPBD Kabupaten Probolinggo.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengungkapkan ancaman bencana kekeringan di Kabupaten Probolinggo patut diwaspadai. Pasalnya jika berkaca pada pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, sebaran wilayah yang berpotensi mengalami bencana kekeringan tetap berada di 8 kecamatan.

Delapan kecamatan itu meliputi Tegalsiwalan, Tongas, Bantaran, Wonomerto, Banyuanyar, Kuripan, Lumbang, dan Kecamatan Besuk. “Kalau yang potensi rawan kekeringan itu ada 14 desa di 8 kecamatan. Tetapi, tidak menutup kemungkinan desa lain juga terdampak,” ungkap Anggit, Selasa (21/7).

Menurutnya, hingga saat ini permintaan dropping air bersih baru diajukan oleh oleh satu desa, yakni Desa Jurang Jeru di Kecamatan Gading. Untuk pemenuhannya pun saat ini tengah diusahakan agar bisa segera. “Desa yang minta air bersih tetap kami layani secepatnya, dengan anggaran kegiatan lebih dulu sambil menunggu pengajuan PAK,” ujarnya.

Terkait ketersediaan anggaran, Anggit menyatakan sebenarnya pihaknya kehabisan anggaran untuk penanganan bencana kekeringan hingga akhir tahun ini. Pasalnya, dana yang sebelumnya telah disiapkan telah habis oleh refocusing anggaran untuk Covid-19.

Karena itu, BPBD akan mengupayakan anggaran melalui perubahan APBD 2020. “Upayakan agar anggarannya bisa tersedia melalui perubahan APBD tahun 2020. Nilainya kira-kira Rp 100 juta. Mudah-mudahan cukup hingga akhir tahun,” pungkasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel