Lain-lain

Lahan Tanam Padi Berkurang


PROBOLINGGO – Dibadingkan dengan tahun lalu, luas lahan tanam padi di Kabupaten Probolinggo tahun ini mengalami penurunan. Tak tanggung-tanggung, hingga Juni ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo mencacat berkurangnya lahan tanaman padi itu mencapai ribuan hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura pada DKPP Yulis Setyaningsih mengatakan, perbandingannya ialah dengan tahun 2019.  Semenjak Januari (2020), luas lahan tanam padi terus mengalami penurunan. Tercatat, pada Januari, luas lahan yang ada mencapai 13.381 hektare. Sedangkan Januari tahun 2019 mencapai 14.263 hektare.

Ia menjelaskan, berkurangnya lahan tanaman padi tersebut tidak terlepas dari panjangnya musim kemarau di tahun sebelumnya. Sehingga banyak petani yang memutuskan untuk tidak menanami lahannya dengan tanaman padi. “Dari Januari hingga Juni 2020, yang mengalami peningkatan itu hanya pada Februari, 2019 itu ada 4.753 hektare dan di 2020 mencapai 8.790,” katanya, Selasa (30/6).

Pada Maret lalu, lahan tanaman padi kembali mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Dari 3.606 hektare di 2019 menjadi 3.424 hektare di 2020. Pada April 2019, luas lahan mencapai 8.851 hektare, dan menjadi 3.673 hektare di 2020.

Sedangkan pada Mei, ada 3.271 hektare di 2019 menjadi 105 hektare di 2020. Dan terakhir pada Juni ini, luas lahan tanaman padi hanya mencapai 927 hektare dari 1.201 hektare dari Juni tahun sebelumnya. “Artinya penurunan lahan padi dari Januari – Juni tahun ini dibandingkan dengan Januari – Juni tahun lalu mencapai 5.645 hektare,” ungkapnya.

            Selain itu, Yulis juga mengatakan, berkurangnya lahan tanam padi tidak hanya terjadi di daerah Probolinggo. Ini juga dialami oleh beberapa daerah lainnya. Ia pun mengaku pihaknya tidak bisa memaksa petani untuk terus menanam padi. Sebab, para petani juga bisasanya menanam tembakau untuk mencaro penghasilan yang lebih banyak.

“Jadi dari Kementan memang mengatakan berkurangnya lahan tanam padi itu ada di beberapa daerah di Jatim dan Probolinggo termasuk di dalamnya,” paparnya (ay/iwy)


Bagikan Artikel