Lain-lain

Kapolres: Masyarakat Boleh Gelar Kegiatan Lagi


PROBOLINGGO –  Maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz, tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) sudah dicabut. Ini berarti masyarakat sudah bisa menggelar kegiatan publik. Polres Probolinggo pun langsung melakukan penyesuaian terhadap penerapan kebijakan adaptasi baru atau new normal.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan mengungkapkan bahwa Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis bernomor MAK/2/III/2020 dicabut pada 25 Juni lalu. Pasca pencabutan itu, Polres Probolinggo langsung menindaklanjuti dengan membuka pintu penerbitan surat izin keramaian.

“Kepolisian tidak lagi melarang adanya kegiatan warga yang melibatkan kerumunan massa. Namun, pemberian izin tersebut juga harus melihat skala serta mempertimbangkan situasi perkembangan Covid-19 di daerah setempat. Artinya kami lebih selektif lagi dengan memperketat pengawasan dalam pelaksanaan protokol kesehatan di setiap kegiatan di lapangan,” ungkapnya, Minggu (28/6).

Dijelaskan, pencabutan Maklumat Kapolri itu sebagai upaya untuk mendukung kebijakan adaptasi baru atau new normal. Namun, dalam pelaksanaannya juga melihat daerah-daerah mana yang perkembangan kasus Covid-19 menurun atau bisa dikendalikan.  

“Apabila izin keramaian diberikan tanpa memperhatikan perkembangan kasus Covid-19, maka dikhawatirkan nantinya justru malah bisa mempercepat penyebaran virus dengan munculnya banyak klaster baru di masyarakat setempat,” jelasnya.

Lebih jauh dipaparkan bahwa pemberian izin bisa dilakukan sepanjang memenuhi protokol kesehatan dengan memperhatikan jarak, penggunaan masker, tersedianya tempat cuci tangan, hand sanitizer dan lain sebagainya.

“Protokol kesehatan dan physical distancing harus tetap dilakukan dan mendapat pengawasan secara ketat, utamanya oleh jajaran anggota Polsek dan tim satgas Covid-19 setempat,” tegas AKBP Ferdy.

Mantan Kapolres Tangerang Selatan ini menambahkan, dalam teknis pemberian izin untuk acara pernikahan, penanggungjawab acara atau yang menggunakan Even Organizer (EO) harus menyampaikan kepada kepolisian setempat bahwa siap mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan tersebut. Selain itu, berapa jumlah masyarakat yang hadir juga dibatasi.

“Jadi, acara resepsinya bisa diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kerumunan yang terlalu banyak. Misalnya jam undangannya dibagi  atau jumlah tamu yang boleh masuk kedalam tempat acara resepsi dibatasi dan bergantian agar tidak sampai berkerumun,” katanya.

Menurutnya  di tengah situasi  seperti sekarang ini berbeda dengan sebelum terjadi pandemi Covid-19. Menuju pola tatanan kehidupan normal baru itu ditekankan merubah pola kehidupan masyarakat untuk membiasakan menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

“Butuh kepedulian, kesadaran, dan tanggung jawab bersama diantara masyarakat agar perang terhadap Covid-19 ini dapat dimenangi dan diputus mata rantainya. Tentunya kita tidak berharap kondisi kita akan terus seperti ini karena adanya teror Covid-19,” kata Kapolres. (tm/iwy)


Bagikan Artikel