Lain-lain

Kijang Liar Terpotret di Binor

PAITON – Seekor satwa liar jenis Kijang biasa yang memiliki nama latin Muntiacus Muntjak terpotret di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, kemarin (1/1). Kijang itu berada di kawasan hutan Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Hewan yang kaprah disebut Kancil itu berada di kawasan pembangkit listrik di area selatan jalur pantura Paiton. Spot itu yang berfungsi sebagai ash disposal atau tempat penampungan debu sisa pembakaran mesin pembangkit listrik. Di spot itu terdapat kolam penampungan air.

Wujud kijang yang diduga betina itu diabadikan dalam sebuah foto digital oleh komunitas 5:am_wildlifephotography. Zainal Abidin Fadila, salah satu anggota komunitas tersebut mengatakan, ia dan teman komunitasnya pagi kemarin memang sedang berburu foto satwa liar burung dan serangga. Teman-temannya adalah Hendra, Djoko, dan Sol.

Ternyata, mereka mendapatkan bonus. Yakni berhasil menjepret seekor satwa yang cukup langka di Probolinggo. “Kami bertemu pada pukul 09.30, dia tiba-tiba melompat di depan kami. Jadi, kami potret sekenanya,” kata pria dengan nama Facebook Gus Frans itu.

Sebelumnya, Zainal mengaku pernah mendengar cerita bahwa karyawan PLTU sering melihat satwa tersebut. Namun mereka menduga itu jenis rusa yang bisa dibilang masih banyak populasinya di perbukitan setempat.

Namun hasil potret tersebut membuktikan jenis kijang ini teridentifikasi sebagai satwa yang masuk dalam redlist IUCN dengan predikat least concern atau resiko rendah. Walaupun di wilayah lain di Pulau Jawa masih ada dan belum masuk langka, secara umum laporan IUCN menunjukkan ada penurunan populasi.

Djoko Prasetio, pendiri 5:am_wildlifephotography merasa bersyukur atas temuan itu. Ia menduga bahwa Kijang itu turun ke kawasan terbangun karena aktivitas perburuan. Sebab di wilayah hutan perbukitan Gunung Lurus Desa Binor, ada laporan banyak perburuan. Sehingga satwa itu diduga mendekat ke kawasan pembangkit listrik yang malah lebih aman dari pada pemburu, walaupun dekat dengan aktivitas manusia.

Pihaknya menduga populasi Kijang biasa yang lain masih ada di sekitar hutan Binor tersebut. “Selain itu juga ada sumber air di spot tersebut jadi mungkin itulah yang membuat kijang betah,” kata Djoko. (ra/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan