Lain-lain

Bocah Tenggelam Ternyata Menderita Epilepsi

KRUCIL – Muhammad Alfin Sudrajat (12), warga Dusun Tajungan RT3 RW1 Desa/Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo tewas karena tenggelam di kawasan wisata air terjun Jaran Goyang di Desa Guyangan. Usut punya usut, ternyata korban memiliki riwayat penyakit epilepsi alias ayan.

Kapolsek Krucil Polres Probolinggo AKP Dwi Sucahyo mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan pihak keluarga dari Muhammad Alfin Sudrajat. Dari pertemuan tersebut, terungkap bahwa Alfin memiliki penyakit epilepsi. Diduga kuat epilepsi itu kambuh saat Alfin sedang berenang di lokasi kejadian. “Itu menurut keterangan keluarga korban,” ujarnya.

AKP Dwi juga mengungkapkan bahwa Alfin tidak izin keada orang tuanya untuk berenang di bawah air terjun Jaran Goyang. Begitu berenang bersama teman-temannya, Alfin tak muncul lagi ke permukaan. “Setelah itu warga langsung membantu mencari korban yang hilang. Ketika ditemukan sudah tidak bernyawa,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, pihak keluarga korban menolak proses otopsi terhadap Alfin di rumah sakit. “Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan menolak otopsi. Sehingga jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” terang AKP Dwi.

Keterangan AKP Dwi dibenarkan oleh Saleh (47), ayah dari korban. Ia mengakui jika putranya sedang menderita penyakit epilepsi. Dalam sebulan terakhir, penyakit itu kerap kambuh. “Pernah kambuh kadang waktu nonton TV, kadang saat bermain bersama temannya, kadang juga kambuh waktu sekolah,” kata Saleh.

Ia juga mengaku telah mengikhlaskan kepergian putranya itu. “Anak saya memang memiliki penyakit ayan, dan sering sekali kambuh. Ini sudah ketentuan dari Allah. Semua keluarga ikhlas. Ini sudah terbaik yang diberikan tuhan buat putra saya,” ungkapnya dengan suara pilu.

Dikonfirmasi terpisah, Sunam (47), salah seorang pengelola air terjun Jaran Goyang mengatakan, jasad korban ditemukan bukan di titik air terjun yang paling dalam. “Titik yang terdalam berada tepat di jatuhnya air terjun. Korban ditemukan bukan di titik itu. Ditemukannya berjarak beberapa meter dari titik terdalam itu,” terang Sunam.

Ia mengungkapkan, saat kejadian ada beberapa pengunjung sedang berada di sekitar air terjun. Mengetahui kejadian tersebut, para pengunjung berusaha membantu menyelamatkan korban.

“Semantara ini, wisata air terjun jaran goyang dibebaskan tarifnya untuk semua pengunjung karena masih belum launching. Rencananya launching awal Januari 2019. Saat ini masih dalam proses perbaikan di sejumlah titik, termasuk perbaikan dalam urusan keamanan pengunjung,” terangnya. (ben/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan