Lain-lain

Ingin Mudik ke Probolinggo, Ini Alurnya


PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo memberlakukan aturan ketat untuk membentengi wilayahnya dari Covid-19. Salah satu langkah tegas yang diambil yakni dengan memeriksa setiap pengendara kendaraan bermotor yang masuk wilayah kabupaten setempat. Pemeriksaan dilakukan di 4 check point di kecamatan perbatasan.

Koordinator Pengamanan dan Gakum Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, selain pemeriksaan, Pemkab juga memberlakukan masa karantina 14 hari bagi pemudik yang nekat pulang ke kampung ke Probolinggo. “Kami juga mengatur tata cara dan alur pelayanan check point untuk para pemudik,” terangnya.

Dalam alur tersebut, para pemudik yang hendak masuk ke kabupaten Probolinggo sesampainya di check point akan ditanyakan tujuan dan riwayat perjalannya. Kartu identitasnya baik KTP maupun SIM akan diperiksa.

“Bagi warga luar Kabupaten Probolinggo akan langsung dipersilahkan jalan terus, dengan catatan apabila singgah di kabupaten Probolinggo wajib untuk kembali diperiksa di titik check point baik di tingkat kecamatan maupun desa yang disinggahinya,” terang Ugas, Kamis (9/4).

Sedangkan pemudik asal Kabupaten Probolinggo akan langsung mendapatkan perlakuan khusus. Yaitu pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan suhu tubuh hingga observasi kesehatan lain yang dikeluhkan pemudik.

Petugas memberikan perlakuan khusus bagi pemudik yang kedapatan memiliki gejala seperti batuk, sesak nafas, demam dengan suhu tinggi mencapai 38 derajat celsius atau lebih, hidung beringus, sakit kepala, merasa tidak enak badan, kelelahan, dan batuk kering.

“Petugas check point selanjutnya akan membawa pemudik yang tidak sehat ke fasilitas kesehatan terdekat atau dirujuk ke RSUD Tongas untuk menjalani observasi maupun perawatan lebih lanjut. Sedangkan warga luar Kabupaten Probolinggo yang dinyatakan tidak sehat, akan diminta untuk kembali ke daerah asalnya,” beber Ugas.

Pemudik yang dinyatakan sehat, tetap dicatat identitasnya dan akan langsung  dibawa ke fasilitas karantina. Selanjutnya ia harus menjalani masa karantina selama 14 hari. Lebih-lebih bagi pemudik yang telah menempuh perjalanan atau berasal dari zona merah atau daerah episentrum penyebaran Covid-19.

Ugas Irwanto mengungkapkan, aturan karantina yang diterapkan kepada pemudik adalah mutlak tanpa terkecuali. “Utamanya bagi pemudik yang berasal dari daerah zona merah atau episentrum penyebaran Corona virus Disease (Covid-19). Itu wajib dikarantina,” ungkapnya.

Ia menerangkan, Covid-19 memiliki gejala yang serupa dengan flu biasa yang sering dialami, namun bisa berakibat fatal. Virus ini mampu menyebabkan gangguan saluran pernapasan manusia. Virus ini menyebar dari manusia ke manusia dan mudah menyerang manusia yang memiliki daya tahan tubuh rendah.

“Untuk mengetahui pemudik terinfeksi virus Covid-19 atau tidak, membutuhkan waktu hingga 14 hari pemeriksaan oleh tenaga medis,” terangnya.

Untuk itu, Ugas menjelaskan, setiap pemudik yang hendak pulang ke kabupaten Probolinggo harus mengerti dengan konsekuensi yang telah disiapkan untuknya. Mulai dari diperiksa di check point, dikarantina di tempat khusus, hingga kemungkinan dirawat di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di RSUD Tongas.

“Kami berharap kepada para pemudik untuk memahami kondisi genting saat ini, dan mematuhi arahan dari pemerintah untuk tetap berada di rumah dan tidak bepergian jika tidak bersifat mendesak, serta selalu mencuci tangan dan gunakan masker,” imbaunya. (tm/eem)


Bagikan Artikel